SUMBER:

Widaningsih dan Rizal, Samsul. 2019. Marketing. Jakarta: Penerbit Erlangga.

1) Karaketristik Pembeli atau Pengguna

Terdapat tiga macam karakteristik dalam mendeskripsikan pembeli suatu produk atau kelas produk tertentu, yaitu sebagai berikut.

a) Lokasi (geografis), dapat dipengaruhi oleh faktor iklim, kepadatan penduduk, tingkat kemudahan akses berupa infrastruktur, dan tradisi budaya.

b) Demografis, meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan jumlah anggota keluarga.

c) Gaya hidup (psikografis), yaitu ukuran gaya hidup atau faktor psikografis yang mencerminkan kesesuaian antara produk dan pola hidup normal konsumen tertentu. Gaya hidup digambarkan melalui tiga indikator utama, yaitu activities (bagaimana orang menggunakan waktunya), interest (apa saja yang penting bagi mereka), dan opinion (apa pendapat mereka tentang diri sendiri dan lingkungan sekitarnya). Dengan demikian, ukuran gaya hidup menunjukkan pengaruh kekuatan sosial terhadap proses konsumsi.

Untuk lebih memahami tentang karakteristik pembeli atau pengguna, perhatikan tabel berikut.

Sumber:
Buku “Marketing Untuk SMK/MAK Kelas X oleh Widaningsih & Samsul Rizal” Halaman 55

2) Pusat Pembelian

Pusat pembelian untuk suatu produk terdiri atas semua individu yang terlibat dalam keputusan pembelian. Sering kali terjadi peristiwa ketika pembeli aktual bukanlah pengguna produk atau jasa, atau bukan pengambil keputusan akhir. Oleh karena itu, manajer harus mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelian dan memahami kekuatan pengaruh (power) yang dimiliki oleh setiap individu. Sebelumnya telah diketahui bahwa dalam proses keputusan pembelian konsumen akhir, terdapat lima peran yang dapat dimainkan setiap individu, yaitu:

a) Initiator, yaitu orang yang memprakarsai atau mengidentifikasi kebutuhan pembelian produk tertentu.

b) Influencer, yaitu orang yang memengaruhi keputusan dalam pembelian.

c) Decider, yaitu orang yang memutuskan pembelian, seperti jadi tidaknya membeli suatu produk atau merek spesifik yang dipilih, dan tempat pembelian.

d) Buyer, yaitu orang yang melakukan pembelian aktual.

e) User, yaitu orang yang memakai atau mengonsumsi produk yang dibeli.

 

Memahami peranan setiap individu dalam pengambilan keputusan pembelian akan sangat membantu manajer dalam memperjelas program pemasarannya. Contoh, Ibu memberi usulan agar membeli sepeda motor, seorang teman memberikan saran dan masukan mengenai jenis motor yang dibeli, dan ayah memutuskan untuk membeli. Setelah dibeli, ternyata sang anak lebih sering memakai motor tersebut daripada sang ayah. Dalam hal ini, manajer dapat mengarahkan iklan dan promosinya untuk menarik perhatian ayah. Contohnya dengan menggunakan-fitur motor yang menarik dan gagah.

3) Perputaran Pelanggan (Customer Turnover)

Perputaran pelanggan menunjukkan bahwa produsen harus mengganti semua atau sebagian besar konsumen di pasarnya dikarenakan adanya perubahan karakteristik mereka. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi perputaran pelanggan, antara lain tingkat mobilitas geografis, tingkat pendidikan, dan usia.

b. Kesediaan dan Kemampuan Membeli (Willingness-to-Buy Questions)

Dengan promosi dan teknik pemasaran yang tepat, perusahaan dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk. Jika perusahaan mampu meningkatkan kesediaan dan kemampuan konsumen untuk membeli, permintaan primer dapat ditingkatkan, sebab pembeli potensial akan menjadi pelanggan aktual dan/atau pelanggan aktual menaikkan tingkat pemakaian produk.

Beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan untuk mengetahui mengapa pembeli potensial tidak menggunakan bentuk/kelas produk tertentu adalah sebagai berikut.

1) Produk dan jasa terkait (related product and service).

Pemakaian suatu produk relatif terbatas dikarenakan kurang memadainya produk terkait.

2) Masalah pemakaian.

Sejumlah produk dipersepsikan tidak mampu berfungsi sama baiknya untuk segala situasi. Dengan demikian, pemasar harus dapat mengidentifikasi situasi ketika masalah muncul dan menentukan apakah masalah tersebut berkaitan dengan fitur produk atau dikarenakan ketidakpahaman konsumen terhadap cara menggunakan produk secara benar.

3) Kompabilitas nilai atau pengalaman (value or experience compability).

Jika suatu produk baru menuntut perubahan dalam hal perilaku konsumsi atau pemakaian produk yang bertentangan dengan pengalaman konsumsi atau sistem nilai yang diyakini konsumsi, tingkat adopsi cenderung akan rendah.

4) Risiko yang dipersepsikan konsumen (perceived risk).

Kesediaan konsumen untuk membeli suatu bentuk produk atau kelas produk ditentukan juga oleh tipe risiko yang dipersepsikan konsumen.

 

3. Menganalisis Permintaan Selektif Pasar Relevan

Permintaan selektif adalah permintaan akan merek atau pemasok spesifik dalam pasar relevan. Dalam menganalisis permintaan selektif, perusahaan lebih berfokus pada pemahaman atas pilihan merek atau pemasok di dalam pasar relevan.

1. Identifikasi Tipe Proses Keputusan

Keputusan pembelian konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan tipe konsumen, yaitu konsumen akhir dan konsumen bisnis/organisasional.

a. Konsumen Akhir (Consumer Market)

Keputusan pembelian konsumen akhir (consumer market) terdiri atas tiga macam, yaitu pemecahan masalah ekstensif, pemecahan masalah terbatas, dan perilaku respons rutin.

 

1) Pemecahan Masalah Ekstensif (Extensive Problem Solving)

Pada tipe ini, konsumen tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam pembelian produk/jasa dan merasakan adanya tingkat risiko yang tinggi dalam pembelian.

2) Pemecahan Masalah Terbatas (Limited Problem Solving)

Pada tipe ini, konsumen memiliki sejumlah pengetahuan tentang kategori produk dan kriteria pilihan yang relevan, tetapi menjumpai adanya merek baru. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatan keputusan memang lebih sedikit dibandingkan pemecahan masalah ekstensif, tetapi relatif cukup lama. Konsumen tidak hanya mengevaluasi merek baru, tetapi jug membandingkan berbagai merek yang ada untuk membentuk evaluasi atas preferensinya.

3) Perilaku Respons Rutin (Routinized Response Behavior atau Habitual Problem Solving)

Konsumen telah berpengalaman dalam menentukan pilihan dalam kelas produk, sehingga tidak terlalu membutuhkan informasi untuk pengambilan keputusan. Berikut dua tipe perilaku respons rutin.

a) Brand Loyal Decisions, yaitu keputusan yang dibuat oleh konsumen yang memiliki tingkat keterlibatan produk tinggi dan keterkaitan emosional tinggi pada merek tertentu. Konsumen yang loyal seperti ini sulit untuk direbut pesaing.

b) Repeat Purchase Decisions, yaitu pola perilaku konsumen mencakup pembelian produk atau jasa yang sama sepanjang waktu, dengan atau tanpa loyalitas terhadap produk atau jasa bersangkutan.

 

b. Konsumen Bisnis/Organisasional

Pembeli bisnis menghadapi banyak keputusan dalam melakukan pembelian. Jumlah keputusan tersebut bergantung pada situasi pembelian.Keputusan pembelian konsumen bisnis atau organisasi (organizatioal market) juga dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis situasi pembelian, yaitu sebagai berikut.

 

1) Pembelian Ulang Langsung (Straight Rebuy)

Pembelian ulang langsung adalah situasi pembelian ketika departemen pembelian yang melakukan pemesanan ulang sacara rutin. Pembelian ulang tersebut di antaranya pembelian perlengkapan kantor, keperluan ATK, bahan kimia dalam jumlah besar, dan lain-lain. Contoh: perusahaan garmen melakukan pembelian ulang, tapi dengan bahan dan warna bahan yang berbeda.

2) Pembelian Ulang Modifikasi (Modified Rebuy)

Pembelian ulang modifikasi adalah situasi ketika pembeli ingin memodifikasi spesifikasi produk, harga, syarat pengiriman, atau syarat lain. Pembelian ulang modifikasi biasanya melibatkan tambahan peserta pembuat keputusan di pihak pembeli dan penjual.

3) Tugas Baru (New Task)

Tugas baru adalah situasi pembelian ketika konsumen melakukan pembelian produk untuk pertama kalinya, seperti gedung kantor dan sistem pengaman baru. Semakin besar biaya atau risiko, semakin besar pula pengumpulan informasi mereka. Oleh karena itu, semakin lama pula waktu yang digunakan untuk penyelesaian keputusan.

 

Para pembeli bisnis membuat paling banyak keputusan dalam situasi tugas baru. Di sini, pembeli harus menentukan spesifikasi produk, batas harga, syarat dan waktu pengiriman, syarat servis, syarat pembayaran, jumlah pesanan, pemasok yang memenuhi syarat, serta pemasok yang dipilih. Peserta pengambil keputusan yang berbeda-beda memengaruhi setiap keputusan, dan pesanan akan menjadi berbeda-beda bergantung pada siapa yang mengambil keputusan.

2. Identifikasi Atribut Determinan (Determinant Attributes)

Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk dapat berupa sesuatu yang berwujud (tangible), seperti merek, kualitas produk, desain, label produk, kemasan dan sebagainya. Contohnya, ketika seseorang akan membeli ponsel, tangible produknya adalah ukuran ponsel, warna, dan kualitas bahan ponsel tersebut. Atribut produk juga dapat berupa sesuatu yang tidak berwujud (intangible), seperti pelayanan, jaminan (garansi), harga, serta kesan atau citra konsumen terhadap merek suatu produk.

Menurut Kotler, terdapat tiga unsur atribut produk, yaitu sebagai berikut.

a. Kualitas Produk (Product Quality)

Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk dalam memberikan kinerja sesuai dengan fungsinya. Jika suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-fungsinya, produk tersebut dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas baik.

b. Fitur Produk (Product Feature)

Sebuah produk dapat ditawarkan dengan beraneka macam fitur. Produsen dapat menciptakan model dengan tingkat yang lebih tinggi dengan menambah beberapa fitur. Fitur produk merupakan sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk suatu perusahaan dengan produk pesaing.

c. Desain Produk (Product Style and Design)

Cara lain untuk menambahkan nilai pelanggan adalah melalui desain dan gaya produk yang berbeda daripada yang lain. Desain atau rancangan yang baik dapat menarik perhatian, meningkatkan kinerja produk, mengurangi biaya produk, dan memberi keunggulan bersaing yang kuat di pasar sasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Kotler, yaitu “desain merupakan totalitas keistimewaan yang memengaruhi penampilan dan fungsi suatu produk dari segi kebutuhan pelanggan.”

4. Menetapkan Segmen Pasar

Perusahaan yang ingin lebih berhasil lagi dalam bisnisnya harus dapat membagi konsumen yang ada di pasar ke dalam kelompok atau segmen yang lebih homogen (bersifat sama). Segmentasi pasar harus tetap mengarah pada pemasaran produk yang akan dijual.

Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, di mana tiap kelompok (bagian) dapat dipilih sebagai target pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif, syarat-syarat yang harus terpenuhi adalah measurable/dapat diukur, accessible/dapat dijangkau, substantiable/cukup besar, differentiable/dapat dibedakan, actionable/dapat dilaksanakan, dan profitable/dapat memberi keuntungan.

5. Menilai Persaingan

Perusahaan harus mencermati persepsi konsumen terhadap produk/mereknya dibandingkan para pesaing. Untuk itu, perusahaan harus mengetahui identitas pesaing.

a. Identifikasi Pesaing

Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut.

1) Jenis Produk yang Ditawarkan

Perusahaan harus dapat mengidentifikasikan secara lengkap dan tepat mengenai produk apa saja yang dimiliki oleh pesaing. Identifikasikan siapa pesaing utama yang terdekat dan pesaing lainnya yang juga berpotensi mengancam perusahaan, baik di masa kini maupun masa yang akan datang.

2) Melihat Pangsa Pasar (Market Share) Pesaing

Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, perusahaan dapat melakukan analisis segmen pasar yang akan dimasuki. Dalam hal ini, perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar setiap pesaing.

3) Identifikasi Peluang dan Ancaman

Dengan mengestimasi besarnya pangsa pasar (market share), peluang yang ada dan ancaman yang mungkin timbul, baik sekarang maupun masa yang akan datang, akan terlihat. Setiap peluang harus dimasuki dan diusahakan untuk menciptakan peluang baru. Demikian pula kemungkinan ancaman, harus segera diantisipasi, sehingga tidak menimbulkan masalah.

4) Identifikasi Keunggulan dan Kelemahan

Identifikasi keunggulan dan kelemahan berarti mencari tahu keunggulan dan kelemahan yang dimiliki pesaing. Identifikasikan keunggulan dan kelemahan pesaing dalam berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi, lokasi, dan promosi. Dari hasil identifikasi, dapat ditentukan strategi marketing yang tepat, misalnya dengan mempublikasikan kelebihan produk kita dibandingkan produk pesaing.

b. Pengetahuan Tentang Produk Pesaing

Pengetahuan tentang produk pesaing dapat diperoleh dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.

1) Mempelajari brosur, label, dan iklan produk pesaing dengan cermat.

2) Membeli produk pesaing untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya.

3) Menggunakan atau mengonsumsi produk pesaing dan menyimpulkan kekurangannya.

4) Menanyakan pengalaman pelanggan yang pernah menggunakan produk pesaing.

5) Menanyakan pengalaman distributor yang memperdagangkan produk pesaing.

6. Mengidentifikasi Pasar sasaran Potensial

Tujuan akhir dari tahap identifikasi pasar sasaran potensial adalah mengidentifikasi peluang terbaik guna menciptakan pelanggan yang puas dan loyal. Loyalitas pelanggan merupakan kelanjutan dari kepuasan pelanggan dalam menggunakan atau mengonsumsi produk yang dijual oleh perusahaan. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, antara lain sebagai berikut.

a. Sistem Keluhan dan Saran (Complaint and Suggestion System)

Sistem keluhan atau saran sering dipakai oleh perusahaan dalam melakukan perbaikan (improvement). Saran, keluhan, serta kritik dapat juga disampaikan melalui kotak saran, kartu komentar, telepon bebas pulsa, atau customer hotline.

Di online shop, biasanya ada halaman khusus untuk komentar produk, yang letaknya di bagian bawah produk dan spesifikasi prouk. Beberapa web menyediakan halaman tersendiri untuk komplain pelanggan. Namun, umumnya review produk terletak di bawah halaman produk dan spesifikasi. Sebagai contoh, di Tokopedia, di bawah keterangan produk dan spesifikasi, ada bagian informasi produk, ulasan, dan diskusi produk. Ulasan produk menjadi masukan penting bagi calon konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Jika ulasan dan komentarnya positif, konsumen akan semakin yakin untuk membeli, apalagi jika diberi bintang 5.

b. Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Survey)

Pengertian survei menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tindakan mengukur atau memperkirakan. Dalam hal ini, perusahaan melakukan survei untuk mendeteksi atau mengetahui komentar responden, baik dari kalangan pelanggan maupun calon pelanggan. Survei dapat dilakukan sekali dalam satu semester, atau sekali dalam setahun, tergantung kebutuhan perusahaan. Biasanya, survei menghasilkan simpulan yang mengarah pada rencana (plan) pengembangan dan perbaikan produk. Survei dapat dilakukan melalui surat (mail-questionaire), wawancara tatap muka (face-to-face interview), wawancara telepon, atau pengisian angket oleh pelanggan.

c. Pembeli Bayangan (Ghost Shopper)

Strategi pembeli bayangan atau ghost shopper sudah dipakai oleh banyak perusahaan, mulai dari pasar swalayan sampai perbankan. Strategi ghost shopper bertujuan untuk melihat bagaimana cara sumber daya manusia (karyawan) dalam melayani pelanggan. Di sini, petusahaan menugaskan seseorang untuk berperan atau bersikap sebagai pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing.

Pembeli misterius tersebut melaporkan teman-temannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan, serta pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam membeli produk-produk tersebut. Selain itu, pembeli misterius tersebut melaporkan segala sesuatu yang bermanfaat sebagai bahan pengambilan keputusan oleh manajemen.

Tidak tertutup kemungkinan para manajer perusahaan terjun langsung menjadi ghost shopper untuk mengetahui cara karyawannya berinteraksi dan memperlakukan para pelanggan.

d. Analisis Pelanggan yang Lari (Lost Customer Analysis)

Perusahaan sebaiknya menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli produk atau yang telah pindah ke produk pesaing. Untuk itu, pertama-tama, perusahaan perlu memiliki database pelanggan, biasanya dalam bentuk member system. Selanjutnya, pelanggan dapat ditanyakan pendapat dan keluhan mereka, yang kemudian menjadi informasi berharga bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Marketing Metrics menyebutkan bahwa perusahaan memiliki:

1) 60% sampai 70% kesempatan berhasil menjual lagi kepada pelanggan saat ini.

2) 20% sampai 40% kesempatan merebut kembali eks pelanggan.

3) 5% sampai 20% kesempatan mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan.

 

Artinya, perusahaan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kembali pelanggan yang hilang.

 

Untuk melaksanakan keenam langkah dalam menganalisis pasar tersebut, perusahaan pemasaran harus bisa menjawab atau mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Berapa besar dan luasnya ukuran pasar tersebut?

2. Bagaimana prospek pertumbuhan pasar tersebut?

3. Apakah para pembeli dalam pasar menilai adanya pesaing serta dapat memberikan manfaat dalam tingkat yang diinginkannya?

4. Apakah cukup banyak pilihan produk dan mereknya?

5. Apakah ada kesulitan dalam pemasaran produk?

6. Apakah kebutuhan suatu segmen pasar terpenuhi atau tidak?

7. Apakah sejumlah para pembeli potensial tidak bersedia atau tidak mampu membeli produk tersebut?

 

 

SUMBER:

Widaningsih dan Rizal, Samsul. 2019. Marketing. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Contoh:

Ketika seseorang dari Bandung akan pergi ke Jakarta, ia membutuhkan kendaraan sebagai sarana transportasi dari Bandung menuju Jakarta. Jika ada bus angkutan umum jurusan Bandung-Jakarta, ia dapat menggunakan bus umum tersebut dan kebutuhan sarana transportasi menuju Jakarta akan terpenuhi. Namun, ternyata ia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya, tetapi juga ingin memenuhi keinginannya, yaitu menaiki kendaraan yang cepat, nyaman, tidak berdesak-desakan, dan dilengkapi dengan AC. Untuk memenuhi keinginan konsumen tersebut, perusahaan transportasi dapat memengaruhi keinginannya dengan menyediakan berbagai pilihan armada transportasi, mulai dari bus kelas ekonomi, kereta api kelas bisnis, dan pesawat kelas eksekutif. Semua pilihan transportasi tersebut memiliki kelengkapan fasilitas yang disesuaikan dengan harga tiketnya.

 

Banyak perusahaan yang tidak dapat memprediksi perilaku konsumen hingga akhirnya gagal menguasai pasar. Tujuan mempelajari perilaku konsumen hampir sama dengan tujuan mempelajari perilaku manusia secara umum, baik perilaku individu secara perorangan, perilaku individu dalam kelompok, maupun perilaku kelompok dalam suatu organisasi. Dengan mempelajari perilaku konsumen, perusahaan dapat merancang pola komunikasi yang tepat melalui kegiatan promosi dalam rangka memengaruhi konsumen, sehingga mereka tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Selain itu, perusahaan juga dapat memprediksi selera konsumen, sehingga dapat memproduksi produk yang sesuai dengan selera konsumen.

Schiffman dan Kanuk (2000) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai “perilaku yang diperlihatkan konsumen untuk mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, serta menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.” Tidaklah mudah bagi produsen untuk memahami perilaku konsumen. Oleh karena itu, melakukan analisis pasar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang perilaku konsumen dalam memenuhi kebutuhan mereka yang kompleks.

Sebagai contoh, analisis pasar membantu dalam menjawab pertanyaan tentang bagaimana kecenderungan jenis kendaraan yang diminati masyarakat perkotaan di masa depan jika dikaitkan dengan kemacetan, bagaimana cara mengenal selera konsumen melalui pemasaran online, serta jenis kartu kredit seperti apa yang dibutuhkan kelas menengah di kota-kota besar di Asia atau Eropa. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang harus dijawab oleh produsen. Selain membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, analisis pasar juga membantu dalam mengembangkan produk yang berorientasi pada konsumen saat ini dan di masa depan.

Contoh pengembangan produk tersebut dapat dilihat melalui keberadaan para produsen kendaraan bermotor yang ada di Indonesia. Mereka berlomba-lomba mengeluarkan produk dan model baru sebelum produk lamanya mengalami kejenuhan di pasar. Mobil-mobil kecil banyak diproduksi untuk menembus jalanan kota yang macet, dengan dilengkapi berbagai model dan warna yang menarik. Sementara itu, sepeda motor dibuat dengan berbagai macam model dan kelebihannya masing-masing. Semua produk tersebut dikeluarkan berdasarkan prediksi perilaku konsumen di masa mendatang dan produsen mampu menerjemahkannya ke dalam bentuk produk yang unggul. Dengan demikian, mau tidak mau, produk tersebut mampu memanjakan konsumen. Produsen mampu mengendalikan selera konsumen (pasar) dan bukan sebaliknya, selera konsumen yang mengendalikan produk.

E. Tujuan Melakukan Analisis Perilaku Konsumen

Analisis perilaku konsumen mencakup analisis mengenai lokasi, kondisi, dan pola perilaku seorang konsumen dalam membeli dan mengonsumsi produk dari merek tertentu. Analisis perilaku konsumen akan memudahkan pihak perusahaan, khususnya manajer pemasaran, dalam menyusun kebijakan pemasaran perusahaan.

Secara umum, perilaku konsumen dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Bersifat Rasional

Perilaku konsumen yang bersifat rasional memiliki beberapa ciri, antara lain sebagai berikut.

a. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan.

b. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan.

c. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal.

d. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin.

2. Bersifat Irasional

Ciri perilaku konsumen yang bersifat irasional, antara lain sebagai berikut.

a. Konsumen sangat cepat tertarik pada iklan dan promosi di media cetak ataupun elektronik.

b. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise.

c. Konsumen memiliki barang-barang bermerek.

 

Analisis perilaku konsumen memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

1. Untuk mengimplementasikan konsep pemasaran sebagai rencana untuk memengaruhi calon konsumen.

2. Untuk memahami pengaruh yang dirasakan konsumen ketika mengonsumsi produk yang dibeli.

3. Untuk meningkatkan kepercayaan diri pemasaran dalam memprediksi respons konsumen setelah strategi pemasaran ditetapkan dan dilaksanakan.

4. Untuk menghindari self-reference criterion/SRC (kriteria yang merujuk pada diri sendiri). SRC adalah suatu referensi secara tidak sadar kepada nilai-nilai kultural, pengalaman, dan pengetahuan diri sendiri sebagai dasar keputusan. Setiap konsumen memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda tentang produk yang dibelinya. Ada yang tingkat pemahamannya tinggi, ada juga yang rendah.

F. Melakukan Analisis Pasar

Terdapat enam langkah dalam melaksanakan analisis pasar, yaitu sebagai berikut.

1. Menentukan Pasar Relevan (Relevant Market)

Sebelum melakukan analisis pasar, manajer pemasaran harus menentukan pasar relevan terlebih dahulu. Pasar relevan (relevant market) merupakan serangkaian produk dan/atau jasa di dalam struktur pasar produk total (total product market) yang dinilai pihak manajemen sangat penting dan strategis. Penentuan pasar relevan meliputi dua langkah pokok, yaitu manajemen berusaha menggambarkan struktur pasar relevan dan menggambarkan struktur pasar produk (product market structure) beserta batas-batas pasar relevan.

Secara sempit, sebuah pasar dapat dipandang sebagai tempat yang cakupan produknya hanya produk sejenis. Sedangkan secara luas, pasar memiliki cakupan berbagai macam tipe produk yang berbeda. Berbagai macam produk barang ataupun jasa dijual di pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Sebagian besar produk tersebut memiliki substitusi langsung dan pilihan alternatif. Contoh: varian minuman bersoda dengan aneka rasa berbeda yang dapat menjadi substitusi satu sama lainnya.

Untuk itu, bagian pemasaran dapat mengelompokkan alternatif yang saling bersubstitusi pada berbagai tingkatan, di antaranya:

a. Persaingan merek/produsen dalam bentuk produk (product form).

b. Persaingan bentuk produk dalam kelas produk (product class).

c. Persaingan antar kelas produk dalam melayani kebutuhan generik (generic needs).

Salah satu cara untuk mengidentifikasikan dan mengelompokkann alternatif bentuk produk ataupun kelas produk adalah melakukan analisis struktur pasar (market structure analysis).

2. Menganalisis Permintaan Primer untuk Pasar Relevan

Analisis permintaan primer biasanya digunakan pada pasar relevan. Dengan melakukan analisis permintaan primer, bagian pemasaran dapat mengetahui siapa saja pembeli di pasar relevan, serta mempelajari alasan dan cara konsumen dalam membeli suatu bentuk produk atau kelas produk tertentu.

Pemintaan primer mencakup permintaan pada level kelas produk (product class level), misalnya:

  • Minuman bersoda versus minuman teh dalam kemasan.
  • Kopi versus teh.
  • Mentega versus minyak goreng.

Alasan penting untuk menganalisis permintaan primer adalah untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan dari bentuk atau kelas produk. Dalam mengidentifikasi peluang pertumbuhan dan tindakan-tindakan yang harus diambil, para manajer harus mencoba menjawab serangkaian pertanyaan diagnostik tentang proses pembelian, yaitu pertanyaan tentang identifikasi pembeli (buyer identification questions) serta pertanyaan tentang kesediaan dan kemampuan pembeli (willingness-to-buy questions).

a. Identifikasi Pembeli (Buyer Identification Questions)

Identifikasi pembeli dapat dijabarkan ke dalam tiga kategori sebagai berikut.

 

1) Karaketristik Pembeli atau Pengguna

Terdapat tiga macam karakteristik dalam mendeskripsikan pembeli suatu produk atau kelas produk tertentu, yaitu sebagai berikut.

a) Lokasi (geografis), dapat dipengaruhi oleh faktor iklim, kepadatan penduduk, tingkat kemudahan akses berupa infrastruktur, dan tradisi budaya.

b) Demografis, meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan jumlah anggota keluarga.

c) Gaya hidup (psikografis), yaitu ukuran gaya hidup atau faktor psikografis yang mencerminkan kesesuaian antara produk dan pola hidup normal konsumen tertentu. Gaya hidup digambarkan melalui tiga indikator utama, yaitu activities (bagaimana orang menggunakan waktunya), interest (apa saja yang penting bagi mereka), dan opinion (apa pendapat mereka tentang diri sendiri dan lingkungan sekitarnya). Dengan demikian, ukuran gaya hidup menunjukkan pengaruh kekuatan sosial terhadap proses konsumsi.

Untuk lebih memahami tentang karakteristik pembeli atau pengguna, perhatikan tabel berikut.

Sumber:
Buku “Marketing Untuk SMK/MAK Kelas X oleh Widaningsih & Samsul Rizal” Halaman 55

2) Pusat Pembelian

Pusat pembelian untuk suatu produk terdiri atas semua individu yang terlibat dalam keputusan pembelian. Sering kali terjadi peristiwa ketika pembeli aktual bukanlah pengguna produk atau jasa, atau bukan pengambil keputusan akhir. Oleh karena itu, manajer harus mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelian dan memahami kekuatan pengaruh (power) yang dimiliki oleh setiap individu. Sebelumnya telah diketahui bahwa dalam proses keputusan pembelian konsumen akhir, terdapat lima peran yang dapat dimainkan setiap individu, yaitu:

a) Initiator, yaitu orang yang memprakarsai atau mengidentifikasi kebutuhan pembelian produk tertentu.

b) Influencer, yaitu orang yang memengaruhi keputusan dalam pembelian.

c) Decider, yaitu orang yang memutuskan pembelian, seperti jadi tidaknya membeli suatu produk atau merek spesifik yang dipilih, dan tempat pembelian.

d) Buyer, yaitu orang yang melakukan pembelian aktual.

e) User, yaitu orang yang memakai atau mengonsumsi produk yang dibeli.

 

Memahami peranan setiap individu dalam pengambilan keputusan pembelian akan sangat membantu manajer dalam memperjelas program pemasarannya. Contoh, Ibu memberi usulan agar membeli sepeda motor, seorang teman memberikan saran dan masukan mengenai jenis motor yang dibeli, dan ayah memutuskan untuk membeli. Setelah dibeli, ternyata sang anak lebih sering memakai motor tersebut daripada sang ayah. Dalam hal ini, manajer dapat mengarahkan iklan dan promosinya untuk menarik perhatian ayah. Contohnya dengan menggunakan-fitur motor yang menarik dan gagah.

3) Perputaran Pelanggan (Customer Turnover)

Perputaran pelanggan menunjukkan bahwa produsen harus mengganti semua atau sebagian besar konsumen di pasarnya dikarenakan adanya perubahan karakteristik mereka. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi perputaran pelanggan, antara lain tingkat mobilitas geografis, tingkat pendidikan, dan usia.

b. Kesediaan dan Kemampuan Membeli (Willingness-to-Buy Questions)

Dengan promosi dan teknik pemasaran yang tepat, perusahaan dapat menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk. Jika perusahaan mampu meningkatkan kesediaan dan kemampuan konsumen untuk membeli, permintaan primer dapat ditingkatkan, sebab pembeli potensial akan menjadi pelanggan aktual dan/atau pelanggan aktual menaikkan tingkat pemakaian produk.

Beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan untuk mengetahui mengapa pembeli potensial tidak menggunakan bentuk/kelas produk tertentu adalah sebagai berikut.

1) Produk dan jasa terkait (related product and service).

Pemakaian suatu produk relatif terbatas dikarenakan kurang memadainya produk terkait.

2) Masalah pemakaian.

Sejumlah produk dipersepsikan tidak mampu berfungsi sama baiknya untuk segala situasi. Dengan demikian, pemasar harus dapat mengidentifikasi situasi ketika masalah muncul dan menentukan apakah masalah tersebut berkaitan dengan fitur produk atau dikarenakan ketidakpahaman konsumen terhadap cara menggunakan produk secara benar.

3) Kompabilitas nilai atau pengalaman (value or experience compability).

Jika suatu produk baru menuntut perubahan dalam hal perilaku konsumsi atau pemakaian produk yang bertentangan dengan pengalaman konsumsi atau sistem nilai yang diyakini konsumsi, tingkat adopsi cenderung akan rendah.

4) Risiko yang dipersepsikan konsumen (perceived risk).

Kesediaan konsumen untuk membeli suatu bentuk produk atau kelas produk ditentukan juga oleh tipe risiko yang dipersepsikan konsumen.

 

3. Menganalisis Permintaan Selektif Pasar Relevan

Permintaan selektif adalah permintaan akan merek atau pemasok spesifik dalam pasar relevan. Dalam menganalisis permintaan selektif, perusahaan lebih berfokus pada pemahaman atas pilihan merek atau pemasok di dalam pasar relevan.

1. Identifikasi Tipe Proses Keputusan

Keputusan pembelian konsumen dapat dikelompokkan berdasarkan tipe konsumen, yaitu konsumen akhir dan konsumen bisnis/organisasional.

a. Konsumen Akhir (Consumer Market)

Keputusan pembelian konsumen akhir (consumer market) terdiri atas tiga macam, yaitu pemecahan masalah ekstensif, pemecahan masalah terbatas, dan perilaku respons rutin.

 

1) Pemecahan Masalah Ekstensif (Extensive Problem Solving)

Pada tipe ini, konsumen tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam pembelian produk/jasa dan merasakan adanya tingkat risiko yang tinggi dalam pembelian.

2) Pemecahan Masalah Terbatas (Limited Problem Solving)

Pada tipe ini, konsumen memiliki sejumlah pengetahuan tentang kategori produk dan kriteria pilihan yang relevan, tetapi menjumpai adanya merek baru. Waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatan keputusan memang lebih sedikit dibandingkan pemecahan masalah ekstensif, tetapi relatif cukup lama. Konsumen tidak hanya mengevaluasi merek baru, tetapi jug membandingkan berbagai merek yang ada untuk membentuk evaluasi atas preferensinya.

3) Perilaku Respons Rutin (Routinized Response Behavior atau Habitual Problem Solving)

Konsumen telah berpengalaman dalam menentukan pilihan dalam kelas produk, sehingga tidak terlalu membutuhkan informasi untuk pengambilan keputusan. Berikut dua tipe perilaku respons rutin.

a) Brand Loyal Decisions, yaitu keputusan yang dibuat oleh konsumen yang memiliki tingkat keterlibatan produk tinggi dan keterkaitan emosional tinggi pada merek tertentu. Konsumen yang loyal seperti ini sulit untuk direbut pesaing.

b) Repeat Purchase Decisions, yaitu pola perilaku konsumen mencakup pembelian produk atau jasa yang sama sepanjang waktu, dengan atau tanpa loyalitas terhadap produk atau jasa bersangkutan.

 

b. Konsumen Bisnis/Organisasional

Pembeli bisnis menghadapi banyak keputusan dalam melakukan pembelian. Jumlah keputusan tersebut bergantung pada situasi pembelian.Keputusan pembelian konsumen bisnis atau organisasi (organizatioal market) juga dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis situasi pembelian, yaitu sebagai berikut.

 

1) Pembelian Ulang Langsung (Straight Rebuy)

Pembelian ulang langsung adalah situasi pembelian ketika departemen pembelian yang melakukan pemesanan ulang sacara rutin. Pembelian ulang tersebut di antaranya pembelian perlengkapan kantor, keperluan ATK, bahan kimia dalam jumlah besar, dan lain-lain. Contoh: perusahaan garmen melakukan pembelian ulang, tapi dengan bahan dan warna bahan yang berbeda.

2) Pembelian Ulang Modifikasi (Modified Rebuy)

Pembelian ulang modifikasi adalah situasi ketika pembeli ingin memodifikasi spesifikasi produk, harga, syarat pengiriman, atau syarat lain. Pembelian ulang modifikasi biasanya melibatkan tambahan peserta pembuat keputusan di pihak pembeli dan penjual.

3) Tugas Baru (New Task)

Tugas baru adalah situasi pembelian ketika konsumen melakukan pembelian produk untuk pertama kalinya, seperti gedung kantor dan sistem pengaman baru. Semakin besar biaya atau risiko, semakin besar pula pengumpulan informasi mereka. Oleh karena itu, semakin lama pula waktu yang digunakan untuk penyelesaian keputusan.

 

Para pembeli bisnis membuat paling banyak keputusan dalam situasi tugas baru. Di sini, pembeli harus menentukan spesifikasi produk, batas harga, syarat dan waktu pengiriman, syarat servis, syarat pembayaran, jumlah pesanan, pemasok yang memenuhi syarat, serta pemasok yang dipilih. Peserta pengambil keputusan yang berbeda-beda memengaruhi setiap keputusan, dan pesanan akan menjadi berbeda-beda bergantung pada siapa yang mengambil keputusan.

2. Identifikasi Atribut Determinan (Determinant Attributes)

Atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk dapat berupa sesuatu yang berwujud (tangible), seperti merek, kualitas produk, desain, label produk, kemasan dan sebagainya. Contohnya, ketika seseorang akan membeli ponsel, tangible produknya adalah ukuran ponsel, warna, dan kualitas bahan ponsel tersebut. Atribut produk juga dapat berupa sesuatu yang tidak berwujud (intangible), seperti pelayanan, jaminan (garansi), harga, serta kesan atau citra konsumen terhadap merek suatu produk.

Menurut Kotler, terdapat tiga unsur atribut produk, yaitu sebagai berikut.

a. Kualitas Produk (Product Quality)

Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk dalam memberikan kinerja sesuai dengan fungsinya. Jika suatu produk telah dapat menjalankan fungsi-fungsinya, produk tersebut dapat dikatakan sebagai produk yang memiliki kualitas baik.

b. Fitur Produk (Product Feature)

Sebuah produk dapat ditawarkan dengan beraneka macam fitur. Produsen dapat menciptakan model dengan tingkat yang lebih tinggi dengan menambah beberapa fitur. Fitur produk merupakan sarana kompetitif untuk mendiferensiasikan produk suatu perusahaan dengan produk pesaing.

c. Desain Produk (Product Style and Design)

Cara lain untuk menambahkan nilai pelanggan adalah melalui desain dan gaya produk yang berbeda daripada yang lain. Desain atau rancangan yang baik dapat menarik perhatian, meningkatkan kinerja produk, mengurangi biaya produk, dan memberi keunggulan bersaing yang kuat di pasar sasaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Kotler, yaitu “desain merupakan totalitas keistimewaan yang memengaruhi penampilan dan fungsi suatu produk dari segi kebutuhan pelanggan.”

4. Menetapkan Segmen Pasar

Perusahaan yang ingin lebih berhasil lagi dalam bisnisnya harus dapat membagi konsumen yang ada di pasar ke dalam kelompok atau segmen yang lebih homogen (bersifat sama). Segmentasi pasar harus tetap mengarah pada pemasaran produk yang akan dijual.

Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, di mana tiap kelompok (bagian) dapat dipilih sebagai target pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif, syarat-syarat yang harus terpenuhi adalah measurable/dapat diukur, accessible/dapat dijangkau, substantiable/cukup besar, differentiable/dapat dibedakan, actionable/dapat dilaksanakan, dan profitable/dapat memberi keuntungan.

5. Menilai Persaingan

Perusahaan harus mencermati persepsi konsumen terhadap produk/mereknya dibandingkan para pesaing. Untuk itu, perusahaan harus mengetahui identitas pesaing.

a. Identifikasi Pesaing

Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai berikut.

1) Jenis Produk yang Ditawarkan

Perusahaan harus dapat mengidentifikasikan secara lengkap dan tepat mengenai produk apa saja yang dimiliki oleh pesaing. Identifikasikan siapa pesaing utama yang terdekat dan pesaing lainnya yang juga berpotensi mengancam perusahaan, baik di masa kini maupun masa yang akan datang.

2) Melihat Pangsa Pasar (Market Share) Pesaing

Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, perusahaan dapat melakukan analisis segmen pasar yang akan dimasuki. Dalam hal ini, perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar setiap pesaing.

3) Identifikasi Peluang dan Ancaman

Dengan mengestimasi besarnya pangsa pasar (market share), peluang yang ada dan ancaman yang mungkin timbul, baik sekarang maupun masa yang akan datang, akan terlihat. Setiap peluang harus dimasuki dan diusahakan untuk menciptakan peluang baru. Demikian pula kemungkinan ancaman, harus segera diantisipasi, sehingga tidak menimbulkan masalah.

4) Identifikasi Keunggulan dan Kelemahan

Identifikasi keunggulan dan kelemahan berarti mencari tahu keunggulan dan kelemahan yang dimiliki pesaing. Identifikasikan keunggulan dan kelemahan pesaing dalam berbagai bidang, misalnya dalam hal kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi, lokasi, dan promosi. Dari hasil identifikasi, dapat ditentukan strategi marketing yang tepat, misalnya dengan mempublikasikan kelebihan produk kita dibandingkan produk pesaing.

b. Pengetahuan Tentang Produk Pesaing

Pengetahuan tentang produk pesaing dapat diperoleh dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.

1) Mempelajari brosur, label, dan iklan produk pesaing dengan cermat.

2) Membeli produk pesaing untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya.

3) Menggunakan atau mengonsumsi produk pesaing dan menyimpulkan kekurangannya.

4) Menanyakan pengalaman pelanggan yang pernah menggunakan produk pesaing.

5) Menanyakan pengalaman distributor yang memperdagangkan produk pesaing.

6. Mengidentifikasi Pasar sasaran Potensial

Tujuan akhir dari tahap identifikasi pasar sasaran potensial adalah mengidentifikasi peluang terbaik guna menciptakan pelanggan yang puas dan loyal. Loyalitas pelanggan merupakan kelanjutan dari kepuasan pelanggan dalam menggunakan atau mengonsumsi produk yang dijual oleh perusahaan. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan, antara lain sebagai berikut.

a. Sistem Keluhan dan Saran (Complaint and Suggestion System)

Sistem keluhan atau saran sering dipakai oleh perusahaan dalam melakukan perbaikan (improvement). Saran, keluhan, serta kritik dapat juga disampaikan melalui kotak saran, kartu komentar, telepon bebas pulsa, atau customer hotline.

Di online shop, biasanya ada halaman khusus untuk komentar produk, yang letaknya di bagian bawah produk dan spesifikasi prouk. Beberapa web menyediakan halaman tersendiri untuk komplain pelanggan. Namun, umumnya review produk terletak di bawah halaman produk dan spesifikasi. Sebagai contoh, di Tokopedia, di bawah keterangan produk dan spesifikasi, ada bagian informasi produk, ulasan, dan diskusi produk. Ulasan produk menjadi masukan penting bagi calon konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Jika ulasan dan komentarnya positif, konsumen akan semakin yakin untuk membeli, apalagi jika diberi bintang 5.

b. Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Survey)

Pengertian survei menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tindakan mengukur atau memperkirakan. Dalam hal ini, perusahaan melakukan survei untuk mendeteksi atau mengetahui komentar responden, baik dari kalangan pelanggan maupun calon pelanggan. Survei dapat dilakukan sekali dalam satu semester, atau sekali dalam setahun, tergantung kebutuhan perusahaan. Biasanya, survei menghasilkan simpulan yang mengarah pada rencana (plan) pengembangan dan perbaikan produk. Survei dapat dilakukan melalui surat (mail-questionaire), wawancara tatap muka (face-to-face interview), wawancara telepon, atau pengisian angket oleh pelanggan.

c. Pembeli Bayangan (Ghost Shopper)

Strategi pembeli bayangan atau ghost shopper sudah dipakai oleh banyak perusahaan, mulai dari pasar swalayan sampai perbankan. Strategi ghost shopper bertujuan untuk melihat bagaimana cara sumber daya manusia (karyawan) dalam melayani pelanggan. Di sini, petusahaan menugaskan seseorang untuk berperan atau bersikap sebagai pelanggan/pembeli potensial produk perusahaan dan pesaing.

Pembeli misterius tersebut melaporkan teman-temannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaan, serta pesaing berdasarkan pengalaman mereka dalam membeli produk-produk tersebut. Selain itu, pembeli misterius tersebut melaporkan segala sesuatu yang bermanfaat sebagai bahan pengambilan keputusan oleh manajemen.

Tidak tertutup kemungkinan para manajer perusahaan terjun langsung menjadi ghost shopper untuk mengetahui cara karyawannya berinteraksi dan memperlakukan para pelanggan.

d. Analisis Pelanggan yang Lari (Lost Customer Analysis)

Perusahaan sebaiknya menghubungi para pelanggan yang telah berhenti membeli produk atau yang telah pindah ke produk pesaing. Untuk itu, pertama-tama, perusahaan perlu memiliki database pelanggan, biasanya dalam bentuk member system. Selanjutnya, pelanggan dapat ditanyakan pendapat dan keluhan mereka, yang kemudian menjadi informasi berharga bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Marketing Metrics menyebutkan bahwa perusahaan memiliki:

1) 60% sampai 70% kesempatan berhasil menjual lagi kepada pelanggan saat ini.

2) 20% sampai 40% kesempatan merebut kembali eks pelanggan.

3) 5% sampai 20% kesempatan mengubah calon pelanggan menjadi pelanggan.

 

Artinya, perusahaan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kembali pelanggan yang hilang.

 

Untuk melaksanakan keenam langkah dalam menganalisis pasar tersebut, perusahaan pemasaran harus bisa menjawab atau mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Berapa besar dan luasnya ukuran pasar tersebut?

2. Bagaimana prospek pertumbuhan pasar tersebut?

3. Apakah para pembeli dalam pasar menilai adanya pesaing serta dapat memberikan manfaat dalam tingkat yang diinginkannya?

4. Apakah cukup banyak pilihan produk dan mereknya?

5. Apakah ada kesulitan dalam pemasaran produk?

6. Apakah kebutuhan suatu segmen pasar terpenuhi atau tidak?

7. Apakah sejumlah para pembeli potensial tidak bersedia atau tidak mampu membeli produk tersebut?

 

 

SUMBER:

Widaningsih dan Rizal, Samsul. 2019. Marketing. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kalo menurut kamu konten ini bermanfaat, share ke temen-temen yang membutuhkan ya! šŸ˜Š

379 thoughts on “MATERI – Menerapkan Analisis Pasar

    1. Kualitas lebih penting daripada kuantitas (jumlah). Itu adalah salah satu pepatah dan pegangan yang kita dapat sedari kita masih duduk belajar di kelas. Konsep yang sepertinya mudah dan sangat gampang untuk diterapkan. Namun dengan keadaan sekarang ini, kualitas tak melulu memberi efek positif terhadap suatu bisnis. Seperti memasang pasak bundang ke dalam lubang persegi, tidak akan pernah berhasi karena tidak sesuai dengan kondisi yang tengah berlangsung.

    2. Kualitas yang utama. Dan untuk kuantitas, semakin sedikit maka semakin tinggi harga barang. Namun, untuk barang konsumsi, maka kualitas yang baik tentunya akan semakin baik jika diikuti oleh kuantitas produk yang tinggi dan berhasil dijual hingga tangan konsumen.

    3. Kualitas yang utama. Dan untuk kuantitas, semakin sedikit maka semakin tinggi harga barang langka tersebut. Namun untuk barang konsumsi, kualitas yang baik tentunya akan semakin baik jika diikuti oleh kuantitas produk yang tinggi dan berhasil dijual hingga tangan konsumen.

  1. Pengusaha harus memahami seluk-beluk pembelian, salah satunya yaitu syarat pembelian.
    Mengapa syarat pembelian berpengaruh dalam melakukan analisis pasar?

    1. Syarat pembelian dapat mempengaruhi pengusaha dalam menganalisis pasar, karena dalam menganalisis memerlukan data transaksi yang lengkap.

    1. Segmentasi pasar atau market segmentation merupakan suatu pembagian kelompok pembeli atau konsumen dalam pasar tertentu yang mempunyai karakteristik, kebutuhan, serta perilaku yang heterogen (berbeda-beda) agar menjadi pasar yang homogen.

    2. Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.

    3. Segmentasi pasar adalah sebuah proses pengelompokan atau pembagian calon konsumen berdasarkan karakteristik yang berbeda. Biasanya segmentasi pasar membentuk kelompok-kelompok.

    4. Segmentasi pasar adalah sebuah proses pengelompokan atau pembagian calon konsumen berdasarkan karakteristik yang berbeda.

    5. Segmentasi pasar adalah cara seorang marketer memetakan pasarnya sesuai dengan produk, minat, usia, geografis, jenis kelamin, dan selera konsumen.

    6. Segmentasi pasar yaitu suatu kegiatan mengelompokkan pasar dari yang sangat luas menjadi kelompok kecil yang heterogen atau mempunyai karakteristik yang sama.

    7. Segmen pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan. Karakteristik atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.

    8. Segmentasi pasar adalah cara seorang marketer memetakan pasarnya sesuai dengan produk, minat, usia, geografis, jenis kelamin, dan selera konsumen.

    1. Menurut saya, pasar yang mencakup suatu daerah, negara, maupun luar negara.

      Ada beberapa luas pasar menurut letak geografis yaitu:
      1.pasar lokal
      2.pasar nasional
      3.pasar internasional

      Terimakasih

    2. Menurut saya luas pasar geografis adalah pembagian pasar berdasarkan letak geografi seperti negara, wilayah, kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi target pasar.

      Terimakasih, semoga membantu.

  2. Saya ingin bertanya mengenai kegiatan pembelian Bu. Dalam kegiatan pembelian biasanya terdapat lokasi pembelian, sedangkan produk yang biasa saya jual berupa produk makanan yang tidak dapat bertahan lama penyimpanannya. Padahal lokasi pembeli berada di luar kota.

    Bagaimana cara menentukan pendistribusian barang dengan cepat dan tepat, agar produk yang saya jual masih bisa dikonsumsi sebelum tanggal kadaluarsanya?

    1. 1. memilih distributor yang tepat
      2. menjaga komunikasi dengan distributor
      3. menyiapkan tranportasi yang tepat
      4. memantau distributor hingga sampai ke tujuan

    2. 1. Pilih distributor yang tepat
      2. Distribusi melalui website
      3. Menjaga komunikasi dengan distributor
      4. Fokus pada area lokal
      5. Memanfaatkan software ERP
      6. Siapkan transportasi yang tepat
      7. Menerapkan sistem COD
      8. Lakukan review

    3. 1. Prosedur distribusi
      2. Melakukan saluran komunikasi yang efektif
      3. Menggunakan software bisnis
      4. Menyediakan cadangan
      5. Memilih tranportasi yang efektif

    1. Pembelian organisasi (organizational buying) adalah proses pengambilan keputusan untuk menetapkan apakah mereka perlu membeli produk, mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memilih merek dan pemasok.

    2. Perilaku pembelian organisasi (organizational buying behavior) adalah proses pengambilan keputusan di mana sekelompok pembeli menetapkan kebutuhan barang dan jasa, kemudian mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memilih di antara berbagai merek dan pemasok alternatif.

    3. Organisasi pembeli adalah sekelompok orang yang membeli suatu produk yang sedang diperlukan. Peran utama mereka adalah menyeleksi vendor dan menegosisasi suatu produk.

    4. Proses pengambilan keputusan untuk menetapkan apakah mereka perlu membeli produk, mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memilih merek dan pemasok.

    5. Mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar, kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.

    1. Agar menjadi pasar yang homogen, yaitu pasar yang menjual 1 jenis barang (khusus) kepada para konsumen dalam suatu wilayah.

    2. Pentingnya segmentasi pasar pada perusahaan yaitu memungkinkan suatu perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Segmentasi termasuk dasar dalam menentukan komponen strategi pemasaran secara keseluruhan. Selanjutnya, segmentasi juga merupakan kunci sukses agar dapat mengalahkan pesaing.

    3. Terdapat 5 hal utama yang harus diketahui dalam analisis pasar, yaitu:

      1. Gambaran struktur produk pasar, yaitu mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar, kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.
      2. Batasan pasar yang relevan, yaitu batasan kelompok pesaing yang dianggap paling relevan yang dapat ditetapkan seperti antar merek atau sesama pemasar yang memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang sama.
      3. Analisis permintaan industri, yaitu mempelajari siapa, mengapa, dan bagaimana para konsumen atau pelanggan membeli jenis produk yang dipasarkan.
      4. Analisis permintaan terhadap merek, yaitu pemahaman bagaimana para pembeli membuat pilihan antara merek atau penjual pada pasar yang relevan.
      5. Identifikasi, yaitu didasarkan pada penelitian perusahaan terhadap peluang-peluang pasar dan pontensial pasar.

    4. Karena memungkinkan suatu perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Segmentasi termasuk dasar dalam menentukan komponen strategi pemasaran secara keseluruhan. Selanjutnya, segmentasi juga merupakan kunci sukses agar dapat mengalahkan pesaing.

    5. Kita akan lebih mudah mengatur produk yang kita jual, karena sasaran konsumennya sudah ada. Selain itu, peluang produk laris dibeli konsumen lebih besar dibandingkan yang tidak menerapkannya.

    6. Untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi oleh perusahaan dan menetapkan cara merancang, serta menentukan tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.

  3. Jika perusahaan tidak jeli dalam menangkap perubahan tersebut, akan sangat sulit bagi perusahaan yang bersangkutan untuk mempertahankan eksistensi produknya di pasar.

    Apa yang dimaksud eksistensi?

    Terimakasih šŸ™

    1. Eksistensi adalah suatu keberadaan atau keadaan kegiatan usahanya masih ada
      dari dulu hingga sampai sekarang dan masih diterima oleh lingkungan
      masyarakat.

    2. Eksistensi adalah suatu keberadaan atau keadaan kegiatan usahanya masih ada
      dari dulu hingga sampai sekarang dan masih diterima oleh lingkungan
      masyarakat.

    3. Eksistensi berasal dari kata bahasa latin existere yg artinya muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan aktual.
      Eksistensi adalah segala sesuatu yang memiliki aktualitas dan menekankan bahwa sesuatu itu ada. Eksistensi adalah kesempurnaan .

    4. Eksistensi adalah keberadaan perusahaan yang didasarkan atas kegiatan-kegiatan perekonomian yang berkembang maju di masyarakat melalui beberapa fungsi dan tujuannya.

    5. Bu, bagaimana apabila dalam memilih barang itu tidak sesuai dengan kebutuhan kita sebagai konsumen, apakah masih termasuk bersifat rasional?

    6. Keberadaan atau eksistensi berasal dari kata bahasa latin existere yang artinya muncul, ada, timbul, memiliki keberadaan aktual.

  4. Apa sajakah hal yang harus diperhatikan dalam menganalisis pasar agar tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik?

    1. Mencakup pengumpulan data dan fakta yang berhubungan dengan pemasaran, serta penafsiran, penyimpulan, dan pengendalian data tersebut.

    2. Kesimpulannya ruang lingkup analisis pasar pada dasarnya mencakup permasalahan tentang barang dan jasa yang dipasarkan, kuantitas, dan kualitas barang.

    3. Ruang lingkup pasar adalah pengumpulan data-data dan fakta di dalam kehidupan pasar untuk kemudian disimpulkan.

    4. Ruang lingkup pasar adalah analisis pasar yang mencakup pengumpulan data dan fakta yang berhubungan dengan pemasaran, penyimpulan data, serta pengendalian dalam bidang pemasaran.

    1. Saya mau bertanya Bu, apabila mempromosikan produk di pasar dengan model dan desain biasa, tetapi harganya sangat terjangkau. Apakah itu dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut?

      1. Menurut saya bukannya tertarik, tapi bisa jadi konsumen tersebut malah berpaling dan membeli di tempat lain karena harga relatif terjangkau. Tetapi jika harga murah insya Allah pembeli akan tertarik dan membeli produk tersebut.

        1. Kebanyakan para konsumen memilih harga yang terjangkau, tapi tidak sedikit dari mereka yang mempercayai kualitas dari produk tersebut.
          Maka dari itu, desain atau tampilan dan kualitas juga cukup menunjang minat para pembeli.

      2. Menurut saya itu sesuai selera masing masing. Ada yang minta model dan desain bagus dengan harga murah, dan ada juga yang tidak memperdulikan model dan desain yang penting harganya yang murah.

    2. Menurut saya, dengan melakukan analisa pasar, produsen dapat mengetahui berbagai kebutuhan dan keinginan konsumen.

    3. Analisa pasar dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mendapatkan keuntungan.

    4. Pada dasarnya, analisa pasar dilakukan untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mendapatkan keuntungan. Dengan bahasa yang lebih sederhana, fokus utama analisa ini adalah pasar dan peluang.

    5. Untuk mengetahui seberapa besar potensi pasar yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha agar mendapatkan keuntungan.

    6. Analisa pasar dilakukan untuk mengetahui keinginan dari para konsumen, melihat peluang bisnis, merencanakan pemasaran yang tepat, memperkecil kemungkinan gagal, serta tetap berada dalam persaingan tanpa harus tertinggal dari para pesaing.

  5. Analisi pasar adalah upaya untuk meneliti sarana terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli menggunakan beberapa metode tertentu, apa yang dimaksud metode analisis pasar Bu?

    1. Metode analisis pasar adalah suatu penganalisaan atau penyelenggaraan untuk mempelajari berbagai masalah pasar. Analisis pasar menyangkut lokasi pasar, luasnya pasar, sifat pasar, dan karakteristik pasar.

  6. Metode pasar merupakan alat riset pemasaran yang digunakan untuk menentukan tingkat substitusi.

    Bagaimana caranya perusahaan mempertahankan eksistensi di pasaran?

    1. 1. Pastikan perusahaan telah memberikan pelayanan maksimal bagi konsumen
      2. Inovasikan produk agar masyarakat semakin tertarik untuk menjadi konsumen anda
      3. Mengikuti trend dan perkembangan yang ada di pasaran
      4. Perluas jaringan bisnis
      5. Berikan harga produk yang berkualitas dengan harga yang lebih murah dari pesaing
      6. Buatlah bisnismu memiliki ciri khasnya sendiri

    2. Cara mempertahankan eskistensi di pasar yaitu:

      1. Menjadi solusi bagi permasalahan konsumen
      2. Mengikuti perkembangan pasar
      3. Mengamati pergerakan pesaing
      4. Fokus mengembangkan usaha
      5. Memperluas networking

    3. Caranya yaitu:

      1. Mengikuti perkembangan pasar.
      2. Jadilah solusi bagi permasalahan konsumen.
      3. Fokus pada perkembangan usaha.
      4. Perluas networking.
      5. Amatilah gerakan para pesaing.

    4. Caranya yaitu:
      1. Memiliki kemauan dan mimpi yang besar
      2. Memiliki perancangan dan strategi yang matang
      3. Perlakukan pelanggan dengan baik
      4. Inovasi dan kreativitas
      5. Bangun koneksi seluas-luasnya.

  7. Bu mau tanya dalam pasar pasti ada strategi pasarnya, tapi bagaimana cara pengusaha supaya dapat melaksanakan strategi pasarnya dengan baik?

    1. Cara melaksanakan strategi pemasaran yang baik adalah dengan mengenali para pelanggan, melakukan promosi, serta menjalin hubungan yang baik dengan para konsumen.

    2. Menurut saya, strategi pasar yg dilakukan pengusaha untuk mencapai keuntungan maksimal yaitu dengan memperhatikan kualitas produk, mengenali target pasar, kreativitas dan inovasi, melakukan promosi yang efektif, memanfaatkan teknologi yang ada, serta memanajemen bisnis.

    3. Cara pengusaha supaya dapat melaksanakan strategi pasarnya dengan baik adalah mengenali pembeli, menjualkan barang-barang yang berkualitas (tren zaman sekarang), serta melakukan promosi.

    4. Strategi pemasaran yang efektif harus dapat memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program yang dirancang untuk mencapai tujuan perusahaan dengan membuat nilai untuk konsumen.

    1. Tujuan analisis pasar, yaitu:

      1) Mengenal lingkungan pasar,
      2) Mengenal tipe pasar,
      3) Mengetahui faktor pasar,
      4) Menentukan keputusan yang tepat,
      5) Menghadapi para pesaing,
      6) Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran,
      7) Membuat program dalam bidang pemasaran, dan
      8) ciri-ciri pasar mengenal.

    2. Menurut saya tujuan dari analisis pasar yaitu untuk meneliti sarana terjadinya transaksi antara penjual dengan pembeli, mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi oleh perusahaan, dan menetapkan cara merancang serta menetapkan tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.

    3. Tujuan analisis pasar adalah agar mengetahui siapa saja yang memakai atau menggunakan barang dan jasa dan apakah barang tersebut untuk dikonsumsi sendiri atau dijual kembali.

    4. Tujuan utama dalam analisis pasar yaitu mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang ingin dipenuhi oleh perusahaan, dan menetapkan cara merancang serta menetapkan tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan tersebut.

      Analisis ini menuntut kebutuhan manajer pemasaran dalam memahami berbagai produk alternatif dan substitusi yang tersedia bagi para pelanggan potensial dan proses-proses yang digunakan konsumen dalam memutuskan pemilihan merek dan produk.

    5. Tujuan analisis pasar yaitu ingin mengetahui apa yang menjadi keinginan konsumen, siapa yang memakai atau menggunakan barang dan jasa, apakah barang tersebut untuk di konsumsi sendiri atau di jual kembali.

    6. Tujuan analisis pasar, yaitu:

      1) Mengenal lingkungan pasar,
      2) Mengenal tipe-pasar,
      3) Mengetahui faktor pasar,
      4) Menentukan keputusan yang tepat,
      5) Menghadapi para pesaing,
      6) Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran,
      7) Membuat program dalam bidang pemasaran, dan
      8) Ciri-ciri pasar mengenal.

    7. Tujuan analisis pasar:
      1. Mengenal lingkungan pasar.
      2. Mengenal tipe-tipe pasar.
      3. Mengetahui karakteristik pasar.
      4. Menentukan keputusan yang tepat.
      5. Menghadapi para pesaing.
      6. Melaksanakan kebijakan dalam pemasaran.
      7. Membuat program dalam bidang pemasaran.
      8. Mengenal ciri-ciri pasar.

  8. Salah satu keberhasilan produk yang dijual dapat dilihat dari bentuk produk dan fungsi produk tersebut. Menurut kalian mana yang paling penting dari bentuk atau fungsi produk, berikan penjelasan dan contohnya?

      1. Keberhasilan sebuah bisnis untuk merangkul sebanyak mungkin pelanggan dan calon pelanggan, kemudian menumbuhkan kepercayaan yang mengakar untuk membeli produk yang dijual, dan berujung pada meningkatnya profitabilitas perusahaan Bu.

    1. Menurut saya keduanya penting karena bentuk produk bisa menarik perhatian konsumen, sedangkan fungsi produk juga harus memenuhi apa yang dibutuhkan konsumen. Contoh: mangkuk hias yang memiliki bentuk indah dan memiliki dua fungsi, bisa untuk pajangan dan bisa juga menjadi mangkuk biasa.

    1. Menganalisis pasar itu sangat penting sebelum kita melakukan sebuah bisnis/usaha karena:

      1.untuk mengetahui apakah suatu produk yang akan kita jual dapat diterima masyarakat atau tidak.

      2.untuk mengetahui sejauh mana daya beli masyarakat terhadap produk yang akan kita jual.

      3.untuk meminimalisasi risiko kegagalan sebelum melakukan usaha.

    2. Analisa pasar adalah komponen penting sebelum memutuskan untuk meluncurkan produk, menghadirkan layanan yang lebih baik, atau ingin selangkah lebih maju dari para pesaing. Proses analisa pasar akan memberi kita informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan lebih baik dalam berbisnis.

    3. Iya sangat penting. Karena dengan kita melakukan analisis pasar sebelum melakukan sebuah bisnis atau usaha kita akan lebih bisa memahami keadaan pasar yang sesungguhnya, sehingga strategi yang dilakukan untuk memasarkan produk bisnis yang kita miliki akan berjalan dengan baik dan keuntungan dari bisnis/usaha yg kita jalani bisa meningkat.

    1. Agar kita mengetahui bagaimana cara menjual/berwirausaha, sehingga kita dapat menjadi wirausahawan yang lebih baik.

    2. Agar kita mengetahui bagaimana cara menjual/berwirausahanya, sehingga kita dapat menjadi wirausaha yang lebih baik dari pada dia. Dan ketika kita tahu bahwa pesaing kita memiliki cara seperti itu, pasti kita akan berusaha lebih baik dari pada dia.

    1. Kalau menurut saya tidak, karena faktor yang memengaruhinya, antara lain:

      1. faktor internal, yaitu motivasi, ekonomi, sikap, persepsi, dan integrasi.

      2. Faktor eksternal, yaitu kebudayaan, kelompok sosial dan referensi, serta keluarga.

    2. Menurut saya penting, karena usia seseorang mempengaruhi juga barang dan jasa yang akan mereka beli. Barang yang dibeli oleh orang-orang yang berumur 50 tahun ke atas akan sangat berbeda dengan orang-orang yang berumur dibawah 50 tahun.

    3. Menurut saya, faktor umur berpengaruh karena pada dasarnya kita menjual produk untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Misal kita menjual obat herbal, tentu saja ini akan lebih menarik perhatian pada kalangan lansia atau orang-orang yang melewati usia dewasa.

      Sebaliknya, kalangan anak muda kebanyakan dari mereka lebih mempercayai dokter.

      Dan dengan memperhatikan faktor umur, maka kita dapat melihat peluang usaha kita, semisal tempat yang cocok untuk menjual produk.

    4. Menurut saya, iya. Karena umur dan siklus hidup memiliki dampak potensial pada perilaku pembelian konsumen.

    5. Menurut saya, faktor umur penting karena kebutuhan orang yang berumur lebih dari 40 tahun berbeda dengan kebutuhan orang yang berumur kurang dari 40 tahun.

    1. 1. Menentukan pasar relevan (relevant market)
      2. Menganalisis permintaan primer untuk pasar relevan
      3. Menganalisis permintaan selektif dalam pasar relevan
      4. Menetapkan segmen pasar
      5. Menilai persaingan

    2. 1. Menentukan pasar relevan (relevant market)
      2. Menganalisis permintaan primer untuk pasar relevan.
      3. Menganalisis permintaan selektif dalam pasar relevan.
      4.Menetapkan segmen pasar.
      5.Menilai persaingan.

    3. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis pasar adalah segmentasi demografis, target pasar, kebutuhan pasar, kompetisi, dan regulasi pasar.

    4. Langkah-Langkah dalam melakukan analisis pasar
      1. Menentukan Pasar Relevan (Relevant Market) Langkah pertama dalam analisis pasar yaitu kita harus menentukan pasar relevan.
      2. Menganalisis Permintaan Primer untuk Pasar Relevan.
      3. Menganalisis Permintaan Selektif dalam Pasar Relevan.
      4. Menetapkan Segmen Pasar.
      5. Menilai Persaingan.

    1. 1. Mudah terlihat. Memilih tempat yang mudah terlihat akan membuat tempat usaha anda dengan cepat dikenal oleh masyarakat.
      2. Dekat dengan konsumen.

    2. Cara memilih lokasi pasar yang strategis bisa dilakukan dengan memilih lokasi usaha yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi dengan pendapatan masyarakat yang cukup besar. Kita bisa memilih lokasi yang banyak orang berlalu lalang, sehingga membuat pengunjung/pembeli yang datang semakin banyak.

    3. Caranya yaitu:

      1. Yang mudah terlihat
      2. Dekat dengan konsumen
      3. Perijinan usaha
      4. Menyewa lokasi yang strategis

    4. 1. Mudah terlihat.
      2. Terdapat akses yang mudah.
      3. Dekat dengan konsumen.
      4. Lingkungan sekitar tempat usaha atau ramai dengan masyarakat.

    5. Caranya yaitu dengan memilih tempat atau lokasi yang dekat dengan konsumen/ramai penduduk, memilih akses yang mudah, menyewa/sewa tempat, memilih suatu tempat yang dapat terlihat oleh masyarakat, dan perijinan usaha.

    6. Cara pertama adalah dengan memilih lokasi yang dekat dengan target atau segmentasi pasar.

      Jika memilih lokasi yang dekat dengan target pasar, maka akan lebih memudahkan mereka mengakses menuju tempat usaha.

    7. 1. Mudah dilihat
      2. Lokasinya mudah ditemukan
      3. Terdapat akses yang mudah
      4. Dekat dengan konsumen
      5. Memilih lokasi yang selalu ramai seperti di depan wahana permainan dan sebagainya

    8. Menurut saya:

      1.Ramai/banyak calon konsumen
      2.Pastikan produk cocok untuk seluruh pembeli, misal makanan ringan
      3.Mudah dijumpai
      4.Tidak terpencil, gerai bisa disulap semenarik mungkin. Tujuannya agar para konsumen mengenali betul ciri khas gerai tersebut.

  9. Bu saya mau bertanya, kan pengertian struktur pasar adalah susunan suatu kekuatan yang terdapat pada penjual ataupun pihak pembeli sendiri. Nah yang dimaksud ‘kekuatan’ tersebut itu bagaimana ya Bu? Saya belum mengerti, terimakasih

  10. Saya mau tanya Bu, pengusaha yang serius untuk mengembangkan produk yang akan dijualnya itu harus memperhatikan apa saja?

    Terima kasih.

    1. Menurut saya, contoh dari banyaknya produk yang akan ditawarkan harus memperhatikan warna dan bentuk barang. Misalnya kita akan berbelanja di pasar membeli sayuran, pasti kita akan memilih sayuran yang masih segar dan warnanya masih bagus. Bentuk barang juga sangat mempengaruhi, misal kita akan membeli labu, tetapi kita membutuhkannya hanya sedikit, lalu kita akan lebih memilih labu kecil dibanding labu besar.

    2. 1. Tingkatkan promosi
      2. Kenali kompetitor
      3. Memperluas jaringan
      4. Tingkatkan sumber daya
      5. Utamakan pelayanan konsumen
      6. Lakukan inovasi produk
      7. Minimalisasi biaya operasional
      8. Investasi
      9. Atur keuangan dengan baik

    1. 1. Menentukan pasar relevan (relevant market)
      2. Menganalisis permintaan primer untuk pasar relevan
      3. Menganalisis permintaan selektif dalam pasar relevan
      4. Menetapkan segmen pasar
      5. Menilai persaingan

    1. Supaya pebisnis bisa mengembangkan bisnisnya dan mengatur penyusunanperusahaannya untuk meningkatkan keuntungan.

  11. Warna dan bentuk barang sangat diperlukan, misalnya kita akan berbelanja di pasar membeli sayuran, pasti kita akan memilih sayuran yang masih segar dan warnanya masih bagus, bentuk barang juga sangat mempengaruhi. Misal kita akan membeli labu, tetapi kita membutuhkannya hanya sedikit, lalu kita akan lebih memilih labu kecil dibanding labu besar.

  12. Dalam menganalisis pasar, bagaimana pengusaha mengetahui tingkat frekuensi para konsumen dalam membeli suatu barang yang dituju?

    1. Tingkat frekuensi para konsumen dalam membeli suatu barang ditandai dengan sering tidaknya mereka membeli produk dan tinggi rendahnya ketergantungan mereka terhadap produk tersebut.

    2. Menurut saya, pengusaha mengetahui tingkat frekuensi para konsumen karena perusahaan telah melakukan analisis pasar sehingga diharapkan dapat menemukan cara untuk menciptakan permintaan akan produk tersebut.

    3. Hal ini ditandai dengan sering tidaknya konsumen membeli barang dan bergantung pada tingkat konsumsi barang tersebut.

    4. Bu, apabila produsen tidak mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen. Bagaimana cara agar produsen mengetahuinya??

      1. Agar produk yang dibuat oleh sebuah perusahaan dapat diterima oleh konsumen, bagaimana cara perusahaan tersebut melakukannya?

    1. Sangat penting karena merek membedakan produk kita dengan produk pesaing. Merek akan memberikan identifikasi bahwa sebuah produk berbeda dengan produk lainnya. Identifikasi produk juga bermanfaat dalam hal iklan dan promosi, serta dapat menambah nilai produk. Konsumen melihat merek sebagai sebuah tolok ukur.

    2. Ada beberapa alasan mengapa sebuah merek untuk produk sangat penting bagi kesuksesan bisnis usaha kecil dan juga usaha bisnis skala besar.

      1. Merek membedakan produk dengan produk pesaing.
      Merek akan memberikan identifikasi bahwa sebuah produk berbeda dengan produk lainnya. Identifikasi produk juga bermanfaat dalam hal iklan dan promosi.
      2. Menambah nilai produk.
      Konsumen melihat merek sebagai sebuah tolok ukur dan menambah nilai sebuah produk.
      3. Merek bisa menambah image sebuah produk.
      Konsumen juga cenderung memilih produk yang bermerek karena lebih bisa dipercaya, asal-usul produk bisa diusut.
      4. Kebutuhan untuk mengelola merek akan lebih dirasakan oleh pengusaha kecil yang akan membuka cabang.

    3. Merek atau brand punya fungsi sangat penting, baik dalam bisnis, perdagangan, maupun aktivitas lain, termasuk organisasi sosial seperti Palang Merah. Artinya, merek juga berfungsi sebagai penghubung suatu barang dan jasa dengan produsennya.

    4. Sangat penting karena merek bisa menambah image sebuah produk. Konsumen juga cenderung memilih produk yang bermerek karena lebih bisa dipercaya, asal-usul produk bisa diusut. Kebutuhan untuk mengelola merek akan lebih dirasakan oleh pengusaha usaha kecil yang akan membuka cabang.

    1. Kesalahan jika tidak melakukan analisis pasar:
      1. Business plan tidak ditulis
      2. Kurangnya riset pasar
      3. Segmentasi target asal-asalan
      4. Ide boleh kreatif tapi juga harus realistis
      5. Rendahnya analisis persaingan
      6. Terlalu optimis
      7. Tidak membuat business model canvas
      8. Mengabaikan branding
      9. Tidak melampirkan dokumen pendukung
      10. Perencanaan keuangan yang tidak realistis

    2. 1. Memulai bisnis dengan tujuan yang tidak pasti
      2. Modal yang tidak cukup
      3. Model bisnis yang tidak tepat
      4. Kurangnya pengalaman bisnis
      5. Tidak memiliki keunikan dan nilai
      6. Tidak memenuhi kebutuhan pelanggan

  13. Memelihara konsumen dalam jangka panjang membutuhkan suatu strategi tersendiri. Bagaimana perusahaan seharusnya mengelola konsumennya?

    1. Dengan memberikan service excellent kepada seluruh konsumen, seperti mendengarkan keluhan konsumen, melayani konsumen dengan iklas, jujur serta harus bisa menciptakan suatu inovasi barang atau jasa yg ditawarkan agar konsumen tidak beralih ke pesaing perusahaan.

    2. Dengan memberikan service excellent kepada seluruh konsumen, seperti mendengarkan keluhan konsumen, melayani konsumen dengan ikhlas dan jujur, serta harus bisa menciptakan suatu inovasi barang atau jasa yg ditawarkan agar konsumen tidak beralih ke pesaing perusahaan.

    3. Dengan memberikan perhatian before dan after sales, menciptakan sebuah hubungan yang saling menguntungkan, melakukan follow up pasca penjualan, menawarkan program menarik untuk menjaga loyalitas konsumen, dan memberikan keuntungan bagi pelanggan setia.

  14. Strategi pemasaran akan berjalan dengan baik kalau aspek internal perusahaan bisa saling mendukung. Bagaimana koordinasi antara perencanaan strategik, budaya, struktur kerja, dan kepemimpinan bisa mendukung terlaksananya strategi pemasaran yang baik Bu?

    1. Koordinasi antara perencanaan strategi, budaya, struktur kerja, dan kepemimpinan bisa mendukung terlaksananya stategi pemasaran yang baik. Strategi pemasaran dapat tercapai apabila key perfomer indicator-nya juga tercapai.

        1. KPI (Key Performance Indicator) adalah alat ukur yang menggambarkan efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Perusahaan menggunakan KPI untuk mengukur kesuksesan pencapaian target mereka.

    1. Karena perusahaan tidak dapat melayani seluruh konsumen atau pembeli yang ada di pasar. Pembeli yang ada terlalu banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam atau bervariasi, sehingga perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayaninya sebagai target pasar.

    2. Dengan melakukan analisa pasar yang baik dan tepat, kita akan lebih bisa memahami keadaan pasar yang sesungguhnya, sehingga strategi yang dilakukan untuk memasarkan produk bisnis yang kita miliki akan berjalan dengan baik dan keuntungan bisnis meningkat.

    3. 1.Agar lebih mengenal lingkungan pasar.
      2.Lebih mengenal tipe-tipe pasar. 3.Mengetahui karakteristik pasar secara lebih jelas.
      4.Siap menghadapi para pesaing

    4. Karena analisa pasar ini menjadi hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang, serta menjadi dasar dan pondasi yang berkaitan dengan strategi pemasaran.

    5. Menurut saya,

      Karena dengan melakukan analisis pasar, kita dapat mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen yang menjadikan kita mengetahui produk apa yang akan kita jual nantinya.

    6. Untuk bisa menjadi seorang pebisnis yang andal, syarat utamanya kita harus bisa melakukan analisa pasar yang baik dan tepat. Banyak orang yang mengatakan bahwa analisa pasar merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen pemasaran. Dengan melakukan analisa pasar yang baik dan tepat, kita akan lebih bisa memahami keadaan pasar yang sesungguhnya, sehingga strategi yang dilakukan untuk memasarkan produk bisnis yang kita miliki akan berjalan dengan baik, sehingga keuntungan bisnis meningkat.

  15. Bagaimana jika ingin membuat usaha, tetapi belum memiliki tempat yang strategis dan belum menganalisis lebih dalam tentang pasar? Apakah akan membuat usaha tersebut tidak berkembang?

    1. Menurut saya pemilihan lokasi menjadi komponen utama yang penting agar usaha yang dijalankan juga dapat bersaing secara efektif, maka perlu adanya lokasi usaha yang strategis dan mudah dijangkau oleh konsumen. Ketepatan pemilihan lokasi merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan sebuah usaha.

    1. Organisasi pembelian adalah organisasi yang membeli barang dan jasa untuk digunakan dalam produksi produk atau jasa lain yang dijual, disewakan, atau dipasok ke pihak lain. Contohnya lembaga asuransi, pertanian, transportasi, dll.

    2. Organisasi pembelian adalah proses pengambilan keputusan untuk menetapkan apakah mereka perlu membeli produk, mengidentifikasi, mengevaluasi, serta memilih merek dan pemasok.

    1. Menurut saya, implementasi konsep pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi mencakup aktivitas sehari-hari, dari bulan ke bulan yang secara efektif melaksanakan rencana pemasaran.

    2. Pengertian Implementasi Pemasaran

      Implementasi pemasaran adalah proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran untuk mencapai sasaran. Implementasi mencakup aktivitas sehari-hari, dari bulan ke bulan yang secara efektif melaksanakan rencana pemasaran. Bidang manajemen pemasaran menitikberatkan pada kegiatan untuk meraih pasar, sehingga produk barang atau jasa yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen dengan baik.

    3. Menurut saya, ‘mengimplementasikan konsep pasar’ ialah cara menerapkan konsep pasar pada saat analisis pasar, agar analisis pasar berhasil dan mendapat hasil.

      Dalam KBBI: Implementasi berarti ‘pelaksanaan’ atau ‘penerapan’ dan mengimplementasikan berarti ‘melaksanakan’ atau ‘menerapkan’.

    1. 1. Terdapat banyak penjual dan pembeli.
      2. Adanya kebebasan dari produsen untuk membuka atau menutup usaha.
      3. Adanya kemudahan dari pelaku pasar untuk memperoleh informasi mengenai pasar.
      4. Tidak adanya hambatan buatan terhadap pergerakan harga (tidak ada campur tangan pemerintah).

    2. Karakteristik pasar meliputi:

      1. Ada barang atau jasa yang diperjualbelikan.
      2. Terjadi transaksi jual beli.
      3. Adanya proses permintaan dan tawar menawar.
      4. Terjadinya interaksi antara pembeli dan penjual.
      5. Transaksi terjadi ketika ada kesepakatan antaran penjual dan pembeli.

    3. Terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang diperjualbelikan sifatnya homogeny, adanya kebebasan dari produsen untuk membuka atau menutup usaha, adanya kemudahan dari pelaku pasar untuk memperoleh informasi mengenai pasar, tidak adanya hambatan buatan terhadap pergerakan harga (tidak ada campur tangan pemerintah).

    4. Terdapat banyak penjual dan pembeli, kondisi ini menyebabkan pembeli maupun penjual tidak dapat mempengaruhi harga.

    5. Berikut karakteristik esensial suatu pasar.

      1. Komoditas
      2. Area
      3. Pembeli dan penjual
      4. Kompetisi sempurna
      5. Hubungan bisnis antara pembeli dan penjual
      6. Pengetahuan pasar yang sempurna
      7. Satu harga
      8. Sistem moneter yang sehat
      9. Kehadiran spekulan

    6. 1. Kebanyakan penjual adalah perusahaan kecil.
      2. Produk identik (homogen) yang dijual oleh semua perusahaan.
      3. Mobilitas sumber daya yang sempurna atau kebebasan masuk dan keluar dari industri.
      4. Pengetahuan sempurna tentang harga dan kualitas antara penjual dan pembeli.

  16. Menurut saya tujuan perilaku konsumen tidak hanya memahami pengaruh yang dirasakan konsumen tetapi konsumen juga ingin melihat asli dari barang yang akan dibeli dan pasti ingin merasakan bahan yang disukainya, dan mungkin ada pilihan lain yang diperlukan.

    1. Menurut saya, dalam melakukan sesuatu pasti didasari dengan tujuan atau ingin mencapai tujuan. Jika tidak memiliki tujuan, akan sulit bagi kita mendapat semangat dalam melakukan hal tersebut. Sehingga, kita akan mendapat hasil yang bisa dikatakan buah dari tujuan kita, seperti mengetahui selera, umur, dan bagaimana konsumen menyikapi produk yang kita sarankan.

    2. Menurut saya, tujuan yang jelas dalam arti agar kita mengetahui apa yang dibutuhkan dan diminta konsumen.

    3. Agar dapat mengetahui strategi yang harus kita lakukan untuk menguasai pasar. Sehingga, kita dapat mengetahui keinginan dan tipe dari konsumen.

    4. Menurut saya, tujuan mempelajari dan menganalisis perilaku konsumen adalah sebagai berikut:

      1. Untuk mengimpelementasikan konsep pemasaran sebagai rencana untuk memengaruhi calon konsumen.
      2. Setiap konsumen memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda tentang produk yang dibelinya.

    1. Yang dimaksudkan dengan perilaku konsumen yang bersifat rasional adalah tindakan perilaku konsumen dalam pembelian suatu barang dan jasa yang mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum, yaitu seperti tingkat kebutuhan mendesak, kebutuhan utama/primer, serta daya guna produk itu sendiri terhadap konsumen pembelinya.

      Sedangkan perilaku konsumen yang bersifat irrasional adalah perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming-iming diskon atau marketing dari suatu produk tanpa mengedepankan aspek kebutuhan atau kepentingan.

  17. Bu saya mau tanya, megapa faktor pendidikan dapat memengaruhi tingkat konsumsi dalam pembelian produk?

    1. Menurut saya, karena perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen melewati lima tahapan yaitu:
      1. pengenalan kebutuhan
      2. pencarian informasi
      3. Evaluasi informasi
      4. Pembelian
      5. Pasca pembelian

      Jadi, pendidikan memengaruhi tingkat konsumsi. Terimakasih.

    2. Menurut saya, pendidikan seseorang berpengaruh dalam hal konsumsi. Karena seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi pasti sangat mempertimbangkan beberapa hal, seperti kehigienisan, kegunaan, dan kualitas produk.

      Mereka cenderung memahami taktik yang digunakan para pedagang, seperti diskon atau promosi. Mereka juga lebih mempercayai pasar modern, dan kemungkinan kecil mendatangi pasar tradisional.

      Dan pada seseorang yang memiliki tingkat pendidikan rendah, tentunya mereka hanya berpikir bahwa produk itu bisa digunakan dan cenderung memerhatikan kuantitas (jumlah) produk, juga sangat menggemari adanya diskon tanpa memperhitungkan antara harga asli dan harga kini yang di tawarkan. Bisa saja harga produk tersebut memang akan mengalami penurunan di masa mendatang, jadi pedagang berinisiatif untuk mengiming-iminginya dengan dinamakan diskon.

    3. Karena tingkat pendidikan seseorang akan mempengaruhi juga. Beda tingkat pendidikan, beda kebutuhannya juga. Saat anak kuliah harus membeli banyak buku paket, sedangkan untuk pelajaran anak SD hanya membeli beberapa.

    1. Studi perilaku konsumen membantu memahami bagaimana keputusan pembelian dibuat dan bagaimana mereka mencari produk. Selain itu, pemahaman perilaku konsumen juga membantu penjual untuk mengetahui apa, di mana, kapan, bagaimana dan mengapa konsumsi produk terjadi.

    2. Tujuannya agar kita dapat menyediakan dan memenuhi apa yang dibutuhkan para konsumen, dengan jumlah yang memungkinkan kita mendapat laba, TAPI tidak merugikan para konsumen.

    3. Membantu memahami bagaimana keputusan pembelian dibuat dan bagaimana mereka mencari produk. Selain itu, pemahaman perilaku konsumen juga membantu penjual untuk mengetahui apa, di mana, kapan, bagaimana, dan mengapakonsumsi produk terjadi.

    4. Menurut saya, agar produsen dapat mengerti apa yang dibutuhkan para konsumen, sehingga produk akan laku terjual.

  18. Secara umum, perilaku konsumen dibagi menjadi dua, yaitu bersifat rasional dan bersifat irasional. Apakah yang dimaksud dengan sifat rasional dan sifat irasional?

    Terimakasih.

    1. Analisis pasar merupakan komponen yang sangat penting dalam hal perencanaan pemasaran suatu produk. Dengan melakukan analisis pasar, diharapkan akan meningkatkan omset penjualan dan keuntungan perusahaan. Lebih jauh lagi, analisis pasar dilakukan untuk menemukan peluang bisnis dan potensi yang bisa dimanfaatkan.

    2. Menurut saya, analisis pasarĀ merupakan komponen yang sangat penting dalam hal perencanaan pemasaran suatu produk. Dengan melakukanĀ analisis pasar, diharapkan akan meningkatkan omset penjualan dan keuntungan perusahaan.

    3. Analisis pasar bertujuan agar kita mengetahui tentang pasar tersebut, dengan begitu produk yang kita perdagangkan dapat habis terjual.
      Karena kita tahu, apa yang dibutuhkan para konsumen dan dapat memuaskan apa yang konsumen inginkan.

    4. Karena dengan melakukan analisa pasar yang baik dan tepat, kita akan lebih bisa memahami keadaan pasar yang sesungguhnya, sehingga strategi yang dilakukan untuk memasarkan produk bisnis yang kita miliki akan berjalan dengan baik, dan keuntungan bisnis pun meningkat.

    1. Tujuan konsumen bersikap rasional ialah agar konsumen tidak mudah tertipu oleh taktik para pedagang.
      Karena Rasional mengutamakan logika dan bisa dinalar dengan akal.

    2. Tujuan para konsumen bersifat Rasioanal adalah, agar mereka fokus pada produk yang benar-benar mereka butuhkan, bukan karena terpincut oleh diskon.

    3. Tidak, karena tindakan perilaku konsumen dalam pembelian barang dan jasa mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum, meliputi tingkat kebutuhan mendesak, kebutuhan primer, dan lain-lain.

  19. Saya ingin bertanya, dalam melakukan analisis perilaku konsumen, kita sering menjumpai sikap konsumen yang menginginkan barang yang bagus dan berkualitas. Namun, dengan harga yang murah, tentu tidak mudah jika kita memproduksi suatu barang dengan kualitas bagus. Bagaimana tindakan yang tepat untuk menghadapi perilaku konsumen tersebut?

    1. Di awal berbisnis, pasti ada yang namanya promosi. Di situ kita dapat menarik perhatian.
      Biasanya para pedagang menggunakan harga rendah dan sedikit-sedikit naik jika para konsumen sudah tetap menyukai pproduk mereka.
      Jika para konsumen selalu bersikap seperti ini, umumnya penjual akan menurunkan kualitas dalam produk.

  20. Menurut saya, sikap rasional adalah tindakan konsumen dalam melakukan pembelian barang dan jasa dengan mengedepankan aspek-aspek konsumen secara umum seperti: kebutuhan utama/primer, kebutuhan mendesak, dan daya guna produk itu sendiri kepada konsumen, mnggunakan logika atau masuk akal.

    Sikap irasional adalah perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming-iming diskon atau marketing dari suatu produk tanpa mendahulukan aspek kebutuhan atau kepentingan.

    1. Pada setiap tahapan umur seseorang itu berbeda dalam pemenuhan kebutuhannya, sehingga jelas berbeda tingkat konsumsinya. Contoh: bayi memerlukan pembelian popok tiap bulan tapi orang dewasa tidak.

    2. Karena jika umur yang lebih tua maka tingkat konsumsi pembelian barang akan berjalan dengan lancar. Pengeluaran yang kita keluarkan tidak begitu besar, karena umur yang lebih tua bisa memperkirakan harga suatu barang. Tetapi jika umur masih muda, tingkat konsumsi pembeliannya akan semakin tinggi.

    1. Gambaran struktur produk pasar, yaitu mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.

      Batasan pasar yang relevan, yaitu batasan kelompok pesaing yang dianggap paling relevan yang dapat ditetapkan seperti antar merk atau sesama pemasar yang memenuhi kebutuhan pangsa pasar yang sama.

      Analisis permintaan industri, yaitu mempelajari siapa, mengapa, dan bagaimana para konsumen atau pelanggan membeli jenis produk yang dipasarkan.

      Analisis permintaan terhadap merek, yaitu pemahaman bagaimana para pembeli membuat pilihan antara merek atau penjual pada pasar yang relevan.

      Identifikasi, yaitu didasarkan pada penelitian perusahaan terhadap peluang-peluang pasar dan pontensial pasar.

    1. 1. Menetukan pasar relevan (relevant market)
      2. Menganalisis permintaan primer untuk pasar relevan
      3. Menganalisis permintaan selektif dalam pasar relevan
      4. Menetapkan segmen pasar
      5. Menilai persaingan
      6. Mengidentifikasi pasar sasaran potensial.

        1. 1. Tentukan targetnya: langkah paling awal untuk menentukan segmentasi pasar adalah menentukan siapakah yang menjadi targetnya.
          2. Ketahui masalah dan solusinya.
          3. Ketahui aktivitas pelanggan.
          4. Pelajari siklusnya.
          5. Tetapkan tujuan.

        2. Ada beberapa cara yaitu:
          1. Tentukan targetnya
          2. Ketahui aktivitas para pelanggan
          3. Ketahui masalah dan solusinya
          4. Tetapkan tujuan yang baik dan benar

    1. Menurut saya jika suatu pasar tidak memiliki karakteristik maka pasar akan sulit mengatur budget, sulit memperoleh keuntungan, berkurangnya daya tarik konsumen, dan lain lain.

  21. Analisis perilaku konsumen mencakup analisis mengenai lokasi, kondisi, dan pola perilaku seorang konsumen dalam membeli dan mengonsumsi produk dari merek tertentu.

    Saya masih kurang paham, apa yang dimaksud dengan analisis kondisi konsumen?

    1. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi, besar kecilnya konsumsi yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh:

      Pendapatan
      Perkiraan harga dimasa mendatang
      Harga barang yang bersangkutan
      Iklan
      Ketersediaan barang dan jasa
      Selera
      Mode
      Jumlah keluarga
      Lingkungan sosial budaya.

    2. Faktor faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi, yaitu:

      1. pendapatan konsumen
      2. iklan
      3. perkiraan harga dimasa yang mendatang
      4. ketersediaan barang dan jasa
      5. jumlah keluarga
      6. lingkungan sosial budaya
      7. selera dan mode
      8. harga barang yang bersangkutan

    3. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi yaitu pendapatan, perkiraan harga di masa mendatang, harga barang yang bersangkutan, iklan, ketersediaan barang dan jasa, selera, mode, dan jumlah keluarga.

    1. Caranya dengan memanfaatkan internet dan media elektronik lainnya, membaca buku dan referensi bisnis, mengikuti kegiatan seminar usaha, aktif bergabung di komunitas bisnis, datang ke pameran kewirausahaan, mengobrol dengan para pelaku pengusaha sukses, memgunjungi pusat-pusat bisnis, dan mengamati lingkungan sekitar seperti survey langsung.

    2. Cara menggali peluang yang ada di pasar:

      1. Manfaatkan internet dan media elektronik lainnya.
      2. Membaca buku dan referensi bisnis.
      3. Mengikuti kegiatan seminar usaha.
      4. Aktif bergabung di berbagai komunitas bisnis.
      5. Datang ke pameran kewirausahaan.
      6. Mengunjungi pusat pusat bisnis.
      7. Mengamati lingkungan sekitar (survey langsung).

    3. Ada delapan cara menggali peluang usaha:

      1. Manfaatkan internet dan media elektronik lainnya
      2. Baca buku dan referensi bisnis
      3. Ikuti kegiatan seminar usaha
      4. Aktif bergabung di komunitas bisnis
      5. Datang ke pameran kewirausahaan
      6. Ngobrol dengan para pelaku usaha
      7. Kunjungi pusat-pusat bisnis
      8. Mengamati lingkungan sekitar (survey langsung)

  22. Analisis pasar memiliki beberapa tujuan yaitu salah satunya dengan melaksanakan kebijakan dalam pemasaran. Apa saja kebijakan-kebijakan dalam pemasaran tersebut?

    1. 1. Target pelanggan
      2. Kebutuhan dari target tersebut
      3. Merancang produk
      4. Distribusi produk
      5. Membuat calon pelanggan sadar akan produk tersebut
      6. Menjaga relasi

  23. Bu Saya mau bertanya, langkah-langkah apa saja yang dilakukan konsumen dari keputusan membeli hingga setelah keputusan membeli?

    1. Yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian.

    2. Langkah-langkah keputusan membeli:

      1. Mengenal masalah
      2. Mencari informasi
      3. Mengevaluasi

      Langkah-langkah setelah membeli: jika konsumen puas dengan barang/jasa yang dijual, maka kumungkinan besar konsumen akan membeli produk tersebut lagi.

  24. Bu saya mau tanya, besar pasar kan tergantung besarnya permintaan dan penawaran.
    Bagaimana cara memperbesar permintaan?

    1. Cara memperbesar permintaan yaitu dengan menambah produk serta layanan baru, menjual produk dan layanan pada pelanggan yang sudah ada dengan peningkatan jumlah, melebarkan pasar ke daerah yang baru, mengambil alih bisnis lain, masuk pada sistem penjualan baru, dan menargetkan pasar serta pelanggan baru

    2. Cara memperbesar permintaan:

      1) Selalu memantau kebutuhan pasar
      2) Menghasilkan konten yang berkualitas
      3) Membuat grup khusus
      4) Berikan penawaran produk khusus konsumen baru
      5) Review konsumen
      6) Bangun komunitas

    3. Cara memperbesar permintaan adalah:

      1. Selalu memantau kebutuhan pasar.
      2. Menghasilkan barang/jasa yang berkualitas bagus.
      3. Memberikan promo kepada konsumen.

        1. Menjalankan usaha memang tidak bisa dipisahkan dari risiko kerugian, baik itu kerugian kecil maupun kerugian besar. Namun, bukan berarti semua risiko ini lantas membuat kita mundur dari niat mendirikan usaha.

        2. Cara mencegah kerugian:
          1. Pelajari target pasar
          2. Plan B
          3. Pengetahuan hukum

          Cara menghadapi kerugian:
          1. Atasi masalah yang ada:
          a. Evaluasi
          b. Buat rencana
          2. Mencari peluang:
          a. Bantuan dari pihak lain
          b. Model usaha lain
          3. Menjaga kesehatan diri dan pikiran

    1. Karena perilaku konsumen sangat penting dipelajari dalam pemasaran suatu produk, sehingga dapat terjadi pertukaran. Keinginan konsumen dapat diketahui melalui perilaku konsumen. Sehingga apabila produsen telah mengetahui perilaku konsumen, maka produsen dapat memproduksi barang/jasa yang sesuai dengan permintaan konsumen.

    2. Karena produsen membutuhkan konsumen dalam penjualan produk. Dengan memperhatikan perilaku konsumen, produsen dapat mengetahui apa yang diingikan konsumen agar konsumen tersebut merasa puas dengan barang yang kita buat.

    3. Perilaku konsumen sangat penting dipelajari dalam pemasaran suatu produk sehingga dapat terjadi pertukaran. Keinginan konsumen dapat diketahui melalui perilaku konsumen. Sehingga apabila produsen telah mengetahui perilaku konsumen, maka produsen dapat memproduksi barang/jasa yang sesuai dengan permintaan konsumen.

    4. Karena kita baru bisa memproduksi barang ataupun jasa yang sesuai dengan permintaan konsumen setelah kita memperhatikan perilaku konsumen.

    5. Perilaku konsumen menjadi dasar yang amat penting dalam pemasaran dan periklanan. Riset konstan terhadap perilaku konsumen dan faktorāˆ’faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian sangatlah penting.

        1. Maaf Bu saya salah ketik, yang benar “Perilaku konsumen menjadi dasar yang amat penting dalam pemasaran dan periklanan. Riset pemasaran terhadap perilaku konsumen dan faktorāˆ’faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian sangatlah penting.”

    6. Karena Perilaku konsumen sangat penting dipelajari dalam pemasaran suatu produk sehingga dapat terjadi pertukaran.

  25. Penentuan pasar relevan meliputi dua langkah pokok, yaitu manajemen berusaha menggambarkan struktur pasar relevan dan menggambarkan struktur pasar produk (product market structure) beserta batas-batas pasar relevan, apa tujuannya Bu?

  26. Identifikasi pembeli dapat dijabarkan ke dalam tiga kategori sebagai berikut.

    1) Karaketristik embeli atau pengguna.
    2) Pusat pembelian.
    3) Perputaran pelanggan (customer turnover)

    Saya mau bertanya, maksud dari Perputaran Pelanggan (Customer Turnover) itu apa Bu?

    1. Definisi loyalitas pelanggan menurut ahli:

      Definisi customer (pelanggan) memberikan pandangan mendalam yang penting untuk memahami mengapa perusahaan harus menciptakan dan memelihara pelanggan dan bukan hanya menarik pembeli. Pelanggan adalah seseorang yang terbiasa membeli. Kebiasaan itu terbentuk melalui pembelian dan interaksi yang tinggi selama periode waktu tertentu. Tanpa adanya track record hubungan yang kuat dan pembelian berulang, orang tersebut bukanlah pelanggan anda, ia adalah pembeli. Pelanggan yang sejati tumbuh seiring dengan waktu.

    2. Perputaran pelanggan menunjukkan tingkat di mana sebuah organisasi harus mengganti semua atau sebagian besar individu di pasarnya dikarenakan adanya perubahan karakteristik konsumen. Nah, ada beberapa faktor yang memengaruhi perputaran pelanggan, yaitu tingkat mobilitas geografis, tingkat pendidikan, dan usia.

    3. Menurut saya, mengganti semua atau sebagian besar konsumen di pasar karena adanya perubahan karakteristik mereka.

    4. Definisi customer (pelanggan) memberikan pandangan mendalam yang penting untuk memahami mengapa perusahaan harus menciptakan dan memelihara pelanggan, dan bukan hanya menarik pembeli. Pelanggan adalah seseorang yang terbiasa membeli dari anda. Kebiasaan itu terbentuk melalui pembelian dan interaksi yang sering selama periode waktu tertentu. Tanpa adanya track record hubungan yang kuat dan pembelian berulang, orang tersebut bukanlah pelanggan anda, ia adalah pembeli. Pelanggan yang sejati tumbuh seiring dengan waktu.

    1. Untuk melakukan analisis permintaan primer, ada dua hal yang perlu kita lakukan, yaitu identifikasi pembeli dan kesediaan dan kemampuan untuk membeli.

    2. Dengan cara:
      1. Mengidentifikasi pembeli, meliputi karakteristik pembeli atau pengguna, pusat pembelian, dan perputaran pelanggan.
      2. Kesediaan dan memampuan untuk membeli untuk mengetahui mengapa pembeli potensial tidak menggunakan bentuk/kelas produk tertentu. Kemampuan untuk membeli suatu produk dapat dibatasi oleh sejumlah faktor, yang banyak di antaranya di luar kendali langsung manajer pemasaran.

    3. Mengapa para manajer harus mencoba menjawab serangkaian pertanyaan diagnostik tentang pembelian lebih dulu, sebelum mengidentifikasi peluang pertumbuhan dan tindakan-tindakan yang harus diambil?

    4. Untuk melakukan analisis permintaan primer, ada dua hal yang perlu kita lakukan yaitu identifikasi pembeli dan kesediaan, serta kemampuan untuk membeli.

  27. Saya ingin bertanya Bu, di daerah saya ada sebuah pasar namanya pasar badog. Saya pernah ke sana, saya lihat rata-sana menjualnya sama semua seperti nasi uduk, nasi kuning, dll. Apakah itu akan mempengaruhi besar pasar dan target pasar? Padahal kan yang dijual sama, maksud saya hampir semua sama, yaitu makanan.

  28. Apakah dalam menentukan pasar relevan, manajemen hanya berusaha menggambarkan struktur pasar relevan dan menggambarkan struktur pasar produk beserta batas-batas pasar relevan saja?

  29. Bagaimana cara menganalisis permintaan selektif pasar relevan? Dan apakah caranya sama dengan menganalisis primer pasar relevan?

  30. Karena dengan melakukan analisis ruang lingkup pasar, produsen dapat mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen dan diharapkan perusahaan dapat menemukan cara untuk menciptakan permintaan akan produk tersebut.

  31. Mengapa seorang manajer harus mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelian lebih dulu?

  32. Menurut saya ada 2 cara untuk menganalisis permintaaan primer untuk pasar relevan sebagai berikut
    1. Identifikasi pembeli
    2. Kesediaan dan kemampuan untuk membeli

    1. Menurut saya hal tersebut akan memudahkan produsen dalam menyiapkan konsep pemasaran yang tepat untuk menghadapi perilaku konsumen yang selalu berubah dari waktu ke waktu.

    2. Agar kita mengetahui apa yang diinginkan konsumen, dapat menentukan kebijakan apa yang harus diambil, dan dapat mengubah perilaku masyarakat terhadap suatu produk.

    3. Agar dapat memprediksi dan berekspektasi untuk pasar ke depannya. Dan untuk menguasai pasar kita harus dapat mengerti konsumen, sehingga dapat memutuskan yang terbaik.

    1. Ada 5 hal yang harus diketahui dalam analisis pasar, yaitu:
      a. Gambaran struktur produk pasar, yaitu dengan mengidentifikasi kumpulan produk-produk yang dapat disajikan untuk memuaskan kebutuhan mendasar kemudian menganalisis tingkat kemampuan saling mengganti atau substitusi produk-produk tersebut.

      b. Batasan pasar yang relevan, yaitu batasan kelompok pesaing yang dianggap paling relevan dapat ditetapkan terlalu sempit (antar-merek) atau terlalu luas (sesama memenuhi kcbutuhan yang sama).

      c. Analisis permintaan industri, yaitu mempelajari siapa, mengapa, dan bagaimana pelanggan membeli jenis produk yang dipasarkan.

      d. Analisis permintaan terhadap merek, yaitu pemahaman bagaimana para pembeli membuat pilihan di antara merek-merek atau penjual pada pasar yang relevan.

      e. Indentifikasi, yaitu didasarkan atas penelitian perusahaan terhadap peluang peluang pasar dan pontensial pasar.

    2. Hal yang harus diketahui dalam menganalisis pasar, yaitu:

      1. Gambaran struktur produk pasar,
      2. Batasan pasar yang relevan
      2. Analisis permintaan industri
      4. Analisis permintaan terhadap merek
      5. Identifikasi

    1. 1. Agar lebih mengenal lingkungan pasar
      2. Lebih mengenal tipe-tipe pasar
      3. Mengetahui karakteristik pasar secara lebih jelas
      4. Siap menghadapi para pesaing
      5. Dapat melaksanakan kebijakan dalam pemasaran
      6. Mampu membuat program dalam bidang pemasaran
      7. Dapat lebih mengenal ciri-ciri pasar

    2. 1. Lebih mengenal tipe-tipe pasar.
      2. Mengetahui karakteristik pasar secara lebih jelas.
      3. Siap menghadapi para pesaing.
      4. Dapat melaksanakan kebijakan dalam pemasaran.

      1. Apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi para pesaing yang menjual produk sama dengan yang kita jual?

  33. Saya mau tanya Bu, jika pasar yang akan kita analisis terdapat banyak penjual meskipun berbeda-beda apakah tetap akan mendapat target pasar? Meskipun penjual tersebut sangat banyak?

    1. Meskipun penjualnya sangat banyak, tetapi konsumen lebih mengutamakan kebutuhannya dan melihat apakah produk yang dijual masih layak atau tidak.

  34. Saya ingin tanya Bu, di Pasar Kretek Wonosobo banyak sekali penjual sayur maupun makanan yang siap saji, saya juga pernah ke pasar tersebut. Tetapi di sana saya pernah melihat penjual yang kurang, karena belum ada yang kita butuhkan atau yang sedang kita cari. Juga harus tau tentang pasar releven, lalu bagaimana cara mengatasinya Bu? Maaf kalau pertanyaanya kurang jelasšŸ™ā˜ŗ.

  35. Terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perputaran pelanggan, salah satunya adalah tingkat mobilitas geografis. Jadi, apa yang dimaksud dengan tingkat mobilitas geografis?

    1. Mobilitas sosial geografis adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu wilayah ke wilayah yang lain.

    2. Mobilitas sosial geografis adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Dengan mobilitas sosial geografis tidak serta-merta mengubah status sosial individu atau kelompok tersebut. Bentuk mobilitas sosial geografis antara lain urbanisasi, transmigrasi, dan migrasi (perpindahan penduduk) jenis lainnya.
      Sumber:https://brainly.co.id/tugas/13160443

  36. Mengapa kesediaan konsumen untuk membeli suatu bentuk produk atau kelas produk ditentukan oleh tipe risiko yang dipersepsikan konsumen?

    1. Diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan, keuntungan bagi perusahaan, menemukan peluang bisnis, dan potensi yang bisa dimanfaatkan.

    2. Karena Langkah atau tahapan pertama yang harus dilakukan yaitu menentukan pasar yang relevan. Pasar relevan merupakan serangkaian produk atau jasa di dalam struktur pasar produk total (total product market) yang dinilai pihak manajemen sangat penting dan strategis.

    3. Agar hasil dari analisis pasar tersebut bermanfaat untuk mengetahui potensi bisnis yang ada dan berapa lama suatu bisnis dapat bertahan.

  37. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan perusahaan untuk mengetahui mengapa pembeli potensial tidak menggunakan bentuk/kelas produk tertentu?

    1. Menentukan target konsumen potensial, menggunakan harga ganjil pada setiap produk kita, tidak ragu untuk memberikan garansi, dan lain lain.

  38. Mengapa sebelum melakukan analisis pasar, manajer pemasaran harus menentukan pasar relevan terlebih dahulu?

    1. Karena pada umumnya terdapat beraneka ragam produk yang dapat dipilih oleh konsumen untuk memuaskan kebutuhan serta keinginannya. Pasar relevan adalah serangkaian produk atau jasa di dalam struktur pasar produk total (total product market) yang dinilai pihak manajemen sangat penting dan strategis.

    2. Karena pasar relevan merupakan serangkaian produk dan/atau jasa di dalam struktur pasar produk total (total product market) yang dinilai pihak manajemen sangat penting dan strategis.

    3. Menurut saya, karena pasar relevan merupakan serangkaian produk atau jasa di dalam struktur pasar produk total (total product market) yang dinilai pihak manajemen sangat penting dan strategis. Penentuan pasar relevan meliputi dua langkah pokok. Yang pertama, manajemen berusaha menggambarkan dan mendefinisikan pasarnya terlebih dahulu. Dan yang kedua, manajemen menggambarkan struktur pasar-produk beserta batas-batas pasar relevan. Sebab itu manajer pemasaran harus menentukan pasar relavan terlebih dahulu.

    4. Manajer pemasaran harus menentukkan pasar relevan terlebih dahulu karena umumnya terdapat beraneka macam produk dan jasa yang dipilih konsumen untuk memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Sebagian besar produk dan jasa memiliki subsitusi langsung dan pilihan alternatif.

  39. Analisis pasar memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah membuat program dalam bidang pemasaran. Yang mau saya tanyakan, apa contoh program yang dimaksud tersebut?

    1. Contoh program dalam bidang pemasaran, salah satunya adalah promosi. Namun, sebelum membuat program promosi, sebaiknya membuat tujuan dan target dari program promosi yang kita lakukan. Sesuaikan dengan program pemasaran lainnya, sehingga memiki kesamaan tujuan dalam mengelola pasar/konsumen.

    2. Program pemasaran terdiri dari sejumlah keputusan tentang bauran alatā€“alat pemasaran yang digunakan.

    1. Iya karena desain produk menggambarkan proses membayangkan, menciptakan, dan mengulangi produk yang memecahkan masalah pengguna atau memenuhi kebutuhan spesifik di pasar tertentu.

      Kunci dari desain produk yang sukses adalah pemahaman tentang pelanggan pengguna akhir, target kenapa produk tersebut dibuat. Desainer produk berusaha memecahkan masalah nyata bagi orang-orang nyata dengan menggunakan empati dan pengetahuan tentang kebiasaan, perilaku, frustrasi, kebutuhan, dan keinginan calon pelanggan mereka.

      Maka, desain pada produk disebut juga sebuah ide dan hasil kreasi manusia yang memiliki nilai manfaat serta nilai tambah bagi khalayak luas. Spesifikasi dari sebuah desain pada produk mempertimbangkan adanya proses produksi, harapan khalayak serta keputusan final yang telah dianalisa.

    2. Tentu saja sangat berpengaruh, karena desain/model suatu produk adalah hasil karya dan ide ide dari penciptanya, sehingga memiliki nilai jual tinggi (sesuai dengan keindahan karya yang dihasilkan).

    3. Tentu saja, model suatu produk adalah hasil dari ide/kreasi dari produsen. Semakin bagus model/kualitas produk tersebut, maka harganya pun akan semakin tinggi, demikian juga sebaliknya.

    4. Desain kemasan merupakan suatu nilai tambah yang dapat dijadikan sebagai perangkap emosional yang sangat ampuh untuk menjaring konsumen. Dalam konteks komunikasi visual, desain sudah menjadi bagian dari tim dalam industri komunikasi. Desain juga sudah menjadi salah satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan perkembangan ekonominya.

    1. Manusia sebagai mahkluk individu artinya antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya berbeda, tidak ada yang sama walau kembar sekalipun tetap memiliki perbedaan. Manusia sebagai mahkluk sosial artinya ia tidak bisa sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia mempunyai ciri-ciri khusus yang berbeda antara satu dengan lainnya, artinya manusia itu unik.

    1. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi:

      1. Pendapatan
      2. Perkiraan harga dimasa mendatang
      3. Harga barang yang bersangkutan
      4. Iklan
      5. Ketersediaan barang dan jasa
      6. Selera
      7. Mode
      8. Jumlah keluarga
      9. Lingkungan sosial budaya

    2. 1. pendapatan
      2. perkiraan harga dimasa mendatang
      3. harga barang yang bersangkutan
      4. iklan
      5. ketersediaan barang dan jasa

    3. 1. Pendapatan.
      2. Perkiraan harga dimasa mendatang.
      3. Harga barang yang bersangkutan.
      4. Iklan.
      5. Ketersediaan barang dan jasa.
      6. Selera.

    4. 1. pendapatan
      2. perkiraan harga dimasa mendatang
      3. harga barang yang bersangkutan
      4. iklan
      5. ketersediaan barang dan jasa
      6. selera
      7. mode
      8. jumlah harga

    5. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi, besar kecilnya konsumsi yang dilakukan seseorang dipengaruhi oleh:

      1. Pendapatan
      2. Perkiraan harga di masa mendatang
      3. Harga barang yang bersangkutan
      4. Iklan
      5. Ketersediaan barang dan jasa
      6. Selera
      7. Mode
      8. Jumlah keluarga
      9. Lingkungan sosial budaya

    6. 1. Pendapatan
      2. Perkiraan harga dimasa mendatang
      3. Harga barang yang bersangkutan
      4. Iklan
      5. Ketersediaan barang dan jasa
      6. Selera
      7. Mode
      8. Jumlah keluarga

    7. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi:

      1. Pendapatan
      2. Perkiraan harga dimasa mendatang
      3. Harga barang yang bersangkutan
      4. Iklan
      5. Ketersediaan barang dan jasa
      6. Selera
      7. Mode
      8. Jumlah keluarga
      9. Lingkungan sosial budaya

    1. Cara mengembangkan strategi pemasaran:

      1. Mengembangkan brand yang kuat
      2. Membuat logo menarik
      3. Menulis konten
      4. Gunakan Facebook
      5. Lakukan riset pasar
      6. Manfaat kan medsos

    2. 1. membangun brand yang kuat
      2. membuat logo yang menarik
      3. menulis konten sebagai strategi marketing
      4. melakukan riset pasar
      5. manfaatkan media sosial

    3. Cara mengembangkan strategi pemasaran:

      1. Mengembangkan brand yang kuat
      2. Membuat logo menarik
      3. Menulis konten
      4. Gunakan Facebook
      5. Lakukan riset pasar
      6. Manfaat kan medsos

  40. Mengapa dalam mengidentifikasikan dan mengelompokkann alternatif bentuk produk ataupun kelas produk harus dilakukan dengan cara melakukan analisis struktur pasar (market structure analysis)?.

    1. Karena analisis struktur pasar merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam hal perencanaan pemasaran sebuah produk. Dengan melakukan analisis pasar, diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan dan keuntungan perusahaan, serta untuk menemukan peluang bisnis dan potensi yang bisa dimanfaatkan.

    1. Data yang berupa perilaku adalah hasil pengamatan kepada konsumen yang dapat berupa angka, kata kata, atau citra.

  41. Saya ingin bertanya, untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, perusahaan harus mengestimasi besarnya pasar setiap pesaing. Apakah yang dimaksud dengan mengestimasi besarnya pasar pesaing?

    1. Estimasi besarnya pasar adalah memperkirakan, menilai, berpendapat terhadap sesuatu untuk menghasilkan estimate dari suatu parameter.

    2. Mengestimasi besarnya pasar pesaing merupakan suatu kegiatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa yang mirip dengan produk kita.

  42. Salah satu cara untuk mengidentifikasikan dan mengelompokkann alternatif bentuk produk ataupun kelas produk adalah melakukan analisis struktur pasar (market structure analysis), jadi apa yang dimaksud dengan analisis struktur pasar atau market structure analysis?

  43. Buyer adalah orang yang melakukan pembelian aktual.

    Apa yang dimaksud dengan pembelian aktual?

    1. Pembelian aktual adalah pembelian yang langsung membeli produk yang ditawarkan pada saat atau sesaat setelah produk tersebut dilancarkan perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *